Aliran modal asing ke Indonesia capai USD13,23 miliar hingga 23 Oktober 2026

Aliran modal asing ke Indonesia capai USD13,23 miliar hingga 23 Oktober 2026
Modal Asing Melonjak 2026

Arus investasi portofolio asing ke pasar keuangan Indonesia terus menunjukkan pemulihan pada 2026 setelah sebelumnya sempat tertekan oleh aliran keluar modal. Hingga 23 Oktober 2026, nilai net inflow mencapai USD13,23 miliar, dengan dukungan terbaru terutama datang dari instrumen Surat Berharga Negara dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia.

Sorotan

  • Bank Indonesia mencatat aliran dana investasi portofolio asing masuk ke pasar keuangan domestik mencapai USD13,23 miliar per 23 Oktober 2026.
  • Pada awal kuartal IV 2026 hingga 23 Oktober, investor asing membukukan net inflow sebesar USD0,04 miliar, ditopang penempatan pada SBN dan SRBI.
  • Arus masuk portofolio asing menjadi penopang stabilitas pendanaan portofolio dan memberi sinyal perbaikan sentimen terhadap aset rupiah di pasar keuangan Indonesia.

Pemulihan arus portofolio sepanjang 2026

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Bank Indonesia mencatat aliran dana investasi portofolio asing yang masuk ke pasar keuangan domestik mencapai USD13,23 miliar pada periode Januari hingga 23 Oktober 2026.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan kinerja arus modal asing terus menunjukkan tren pemulihan setelah sempat mengalami tekanan arus keluar pada periode sebelumnya. Dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Jakarta pada Selasa, 3 November 2026, Destry menyatakan perkembangan itu menegaskan posisi net inflow portofolio asing sepanjang tahun berjalan.

Dukungan SBN dan SRBI pada awal kuartal IV

Memasuki awal kuartal IV 2026 hingga 23 Oktober 2026, aliran modal dari investor asing membukukan net inflow sebesar USD0,04 miliar. Dana yang masuk pada awal kuartal keempat itu terutama ditopang oleh penempatan investasi pada instrumen Surat Berharga Negara, atau SBN, serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia, atau SRBI.

Perkembangan ini menunjukkan minat investor asing terhadap instrumen keuangan domestik tetap terjaga, meski nilainya masih terbatas pada awal kuartal. Bagi pasar keuangan Indonesia, arus masuk ini menjadi penopang stabilitas pendanaan portofolio dan memberi sinyal perbaikan sentimen terhadap aset rupiah.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja unitlink saham berbasis valuta asing, kami menyoroti bahwa produk valas masih menguat hingga September 2026 ketika instrumen domestik tertekan. Kami juga menjelaskan bagaimana pelemahan rupiah dapat menambah imbal hasil saat dikonversi ke rupiah, namun investor tetap perlu mencermati risiko fluktuasi kurs dan kualitas aset dasar di tiap kategori unitlink.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.