Kemendagri siapkan insentif fiskal untuk daerah pendukung program MBG

Kemendagri siapkan insentif fiskal untuk daerah pendukung program MBG
Insentif fiskal untuk MBG

Pemerintah pusat menyiapkan kompetisi insentif fiskal bagi pemerintah daerah yang dinilai paling kreatif dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis, atau MBG, pada tahun ini dan tahun depan. Skema itu mencakup provinsi, kabupaten, dan kota, dengan hadiah tertinggi Rp3 miliar bagi daerah peringkat pertama di masing-masing kategori.

Sorotan

  • Pemerintah pusat mengalokasikan insentif fiskal Rp1 triliun pada 2024 untuk daerah pendukung program MBG dalam tiga gelombang di enam region.
  • Skema penghargaan menyediakan Rp3 miliar untuk peringkat pertama, Rp2 miliar untuk kedua, dan Rp1 miliar untuk ketiga, berlaku lintas tingkatan daerah.
  • Program MBG dinilai mampu menekan inflasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan memberi keuntungan pada petani, nelayan, serta pelaku industri.

Skema insentif dan target pembentukan satgas

Seperti dilaporkan Kompas.com, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pemerintah pusat mengalokasikan insentif fiskal Rp1 triliun pada tahun ini untuk diperebutkan pemerintah daerah dalam tiga gelombang di enam region. Ia menyatakan penghargaan itu juga akan dilanjutkan tahun depan, termasuk untuk kepala daerah yang paling mendukung atau paling kreatif dalam menyukseskan program MBG.

Tito menjelaskan insentif fiskal tersebut berlaku untuk setiap tingkatan daerah, yaitu antarpovinsi, antarkabupaten, dan antarkota. Menurut dia, Menteri Keuangan Suahasil Nazara sudah menyetujui penyiapan anggaran untuk skema penghargaan itu, dengan nilai Rp3 miliar untuk peringkat pertama, Rp2 miliar untuk peringkat kedua, dan Rp1 miliar untuk peringkat ketiga.

Dalam upaya mempercepat dukungan daerah, Tito juga meminta kepala daerah yang belum membentuk satgas MBG agar menyelesaikannya dalam waktu satu minggu. Ia menilai pembentukan satgas menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.

Dampak ekonomi dan dukungan bagi daerah

Tito mengatakan program MBG tidak hanya menyasar perbaikan kesehatan dan penurunan stunting, tetapi juga memberi efek ekonomi bagi daerah. Menurut dia, kepastian pembeli dalam rantai pasok program itu dapat menguntungkan petani, nelayan, peternak, serta pelaku industri makanan mentah dan peralatan memasak.

Ia menambahkan program MBG juga berpotensi menekan inflasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Karena itu, pemerintah daerah didorong memberi perhatian lebih besar pada pelaksanaan program tersebut.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang evaluasi pelaksanaan program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran, kami menyoroti tantangan kesiapan birokrasi dalam menerjemahkan target menjadi layanan yang benar-benar berjalan. Salah satu temuan pentingnya adalah penghentian sementara ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Sumatera karena tidak memenuhi standar, yang menegaskan perlunya pengawasan, pemenuhan prosedur, dan kapasitas pelaksana sebelum program diperluas.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.