Kementerian Pertanian dorong pemanfaatan riset kampus untuk swasembada pangan dan hilirisasi
Alim Setiawan Slamet resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian pada Kamis, 15 Oktober 2026, dengan fokus memperkuat penerapan riset perguruan tinggi di sektor pertanian. Langkah itu diarahkan untuk mendukung program strategis nasional, terutama swasembada pangan dan hilirisasi produk pertanian guna meningkatkan produktivitas serta nilai tambah.
Sorotan
- Alim menegaskan pemanfaatan inovasi dan riset perguruan tinggi untuk mendukung program swasembada pangan dan hilirisasi sektor pertanian nasional.
- Perguruan tinggi memiliki temuan seperti varietas unggul yang berpotensi meningkatkan produksi, efisiensi, dan nilai tambah hasil pertanian di Indonesia.
- Pemerintah fokus menghubungkan riset kampus dengan kebutuhan lapangan untuk mempercepat dukungan inovasi bagi pengembangan produk pertanian bernilai tambah tinggi.
Agenda pemanfaatan inovasi kampus
Sebagaimana dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Alim menyatakan latar belakangnya sebagai akademisi menjadi modal untuk menjembatani hasil penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan sektor pertanian. Ia mengatakan berbagai inovasi yang dihasilkan kampus diharapkan dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung keberhasilan program swasembada pangan dan hilirisasi.Menurut Alim, perguruan tinggi memiliki banyak inovasi yang berpotensi mendorong peningkatan produksi pertanian, mulai dari pengembangan varietas unggul hingga temuan lain yang relevan bagi sektor tersebut. Ia menegaskan ingin membantu Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam memanfaatkan inovasi itu agar dapat memberi dampak lebih besar pada kinerja pertanian nasional.
Dukungan bagi program strategis nasional
Selain menekankan pemanfaatan riset, Alim juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. Ia menyatakan siap membantu pelaksanaan program strategis nasional yang berkaitan dengan swasembada pangan dan hilirisasi produk pertanian.Fokus pada hilirisasi menunjukkan dorongan pemerintah untuk tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperbesar nilai tambah hasil pertanian di dalam negeri. Jika riset kampus dapat dihubungkan lebih efektif dengan kebutuhan lapangan, sektor pertanian berpeluang memperoleh dukungan inovasi yang lebih cepat untuk mendorong efisiensi, produktivitas, dan pengembangan produk bernilai lebih tinggi.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang target hilirisasi nasional hingga 2040, kami mengulas sasaran pemerintah untuk mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri lintas sektor, termasuk pertanian, agar menghasilkan nilai tambah lebih tinggi. Kami juga menyoroti contoh hilirisasi nikel yang dinilai berhasil mengerek ekspor secara signifikan setelah pembatasan ekspor bijih dan penguatan industri pengolahan domestik, serta target lanjutan untuk memperkuat basis industri dan kinerja perdagangan.
Berita Reforms Terbaru
- Forex
- Crypto