Jasindo catat kenaikan premi rangka kapal di tengah permintaan yang membaik

Jasindo catat kenaikan premi rangka kapal di tengah permintaan yang membaik
Premi kapal Jasindo naik

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menyatakan kepada Kontan bahwa premi asuransi marine hull hingga Februari 2026 naik menjadi Rp 36,64 miliar dari Rp 33,02 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema Widayana, pertumbuhan itu mencerminkan perbaikan permintaan dan meningkatnya kesadaran pelaku usaha atas pentingnya perlindungan asuransi. Kenaikan mobilitas logistik laut juga disebut menjadi salah satu pendorong utama kinerja lini bisnis tersebut.

Sorotan

  • Jasindo mencatat pertumbuhan premi asuransi rangka kapal pada awal 2026 didorong peningkatan aktivitas pelayaran dan penyesuaian tarif berbasis risiko.
  • Perusahaan menghadapi tekanan dari volatilitas risiko dan dinamika kapasitas reasuransi global, diperparah perkembangan geopolitik yang berdampak pada tarif dan kapasitas reasuransi.
  • Jasindo memperkuat manajemen risiko, seleksi risiko, dan kecukupan proteksi reasuransi untuk menjaga stabilitas kinerja dan pertumbuhan bisnis segmen maritim.

Pertumbuhan premi dan strategi underwriting

Jasindo menyebut tren bisnis asuransi rangka kapal tetap bergerak positif pada awal 2026, seiring aktivitas pelayaran dan distribusi laut yang meningkat. Perusahaan menjalankan penguatan underwriting yang lebih disiplin untuk menjaga kualitas bisnis di tengah risiko yang tetap dinamis. Selain itu, penyesuaian tarif premi dilakukan secara lebih berhati-hati dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing tertanggung. Pendekatan ini ditujukan untuk menjaga performa portofolio sekaligus mendukung pertumbuhan premi yang berkelanjutan.

Tekanan reasuransi dan dampak geopolitik global

Prospek asuransi marine hull, menurut perusahaan, masih terbuka karena sektor maritim memegang peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, Jasindo melihat masih ada tantangan dari volatilitas risiko dan dinamika kapasitas reasuransi global yang dapat memengaruhi industri. Perkembangan geopolitik global pada awal 2026 juga menekan bisnis ini, terutama lewat potensi gangguan jalur pelayaran dan peningkatan risiko operasional. Kondisi tersebut berdampak pada penyesuaian tarif serta kapasitas reasuransi di pasar global.

Fokus penguatan portofolio untuk kinerja berkelanjutan

Untuk merespons tekanan tersebut, Jasindo menegaskan komitmennya memperkuat kualitas portofolio melalui manajemen risiko yang lebih ketat. Perusahaan juga menerapkan seleksi risiko yang lebih disiplin serta menyesuaikan ketentuan polis sesuai profil nasabah. Di saat yang sama, kecukupan proteksi reasuransi terus dijaga agar menopang stabilitas kinerja jangka panjang. Langkah-langkah itu menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga pertumbuhan bisnis asuransi umum, khususnya pada segmen maritim.

Sebelumnya, kami melaporkan langkah industri perbankan nasional yang memperkuat prinsip kehati-hatian di tengah eskalasi konflik Iran-Israel yang melibatkan U.S. yang dinilai berpotensi mengguncang harga komoditas, terutama minyak mentah. Dalam laporan itu, bank memperketat stress test sektoral dan early warning system, menjaga likuiditas lewat optimalisasi LCR dan NSFR, serta menerapkan manajemen eksposur valas yang lebih konservatif untuk meredam volatilitas pasar.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.