Kemenkeu bantah video deepfake program hibah atas nama Menkeu Purbaya

Kemenkeu bantah video deepfake program hibah atas nama Menkeu Purbaya
Waspada video hibah palsu

Di tengah maraknya informasi bantuan pemerintah di media sosial, Kementerian Keuangan menegaskan video yang menampilkan Menteri Keuangan Purbaya mengajak warga mendaftar program hibah merupakan hoaks deepfake. Video itu dinilai berisiko memicu penipuan digital karena mengarahkan masyarakat untuk menyerahkan data pribadi melalui nomor yang tidak resmi.

Sorotan

  • Kementerian Keuangan menegaskan video deepfake beredar atas nama Menkeu Purbaya adalah konten palsu yang digunakan untuk modus phising data pribadi.
  • Kemenkeu tidak pernah meminta data pribadi masyarakat melalui media sosial dan tidak menyalurkan dana hibah tunai kepada perorangan atau masyarakat umum.
  • Publik diminta memverifikasi informasi finansial resmi hanya melalui kanal kemenkeu.go.id, e-ppid.kemenkeu.go.id, serta akun media sosial terverifikasi dan dapat melapor ke Kemenkeu PRIME jika terindikasi hoaks.

Klarifikasi resmi dan modus penipuan

KONTAN melaporkan, Kementerian Keuangan melalui Biro Komunikasi dan Layanan Informasi serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi menyatakan tegas bahwa video yang beredar tersebut adalah konten palsu berbasis deepfake. Dalam video itu, sosok yang mengatasnamakan Menkeu Purbaya meminta masyarakat mengikuti program hibah pemerintah dan mendaftar melalui nomor 085752583863, padahal pernyataan itu tidak pernah disampaikan.

Kemenkeu menjelaskan deepfake merupakan konten audio, video, atau gambar palsu yang dibuat dengan teknologi AI untuk memanipulasi suara dan visual figur publik agar tampak meyakinkan. Masyarakat diminta waspada karena pola seperti ini dapat berujung pada phising, ketika pelaku mengarahkan korban untuk mengisi data pribadi seperti KTP, KK, dan nomor rekening sebelum data tersebut dicuri.

Kementerian itu juga menegaskan tidak pernah meminta data pribadi masyarakat melalui media sosial. Penyaluran hibah atau bantuan dari Kemenkeu disebut ditujukan untuk mendukung program pembangunan nasional, penanggulangan bencana alam, atau bantuan kemanusiaan kepada lembaga maupun pemerintah asing, bukan dana hibah tunai bagi perorangan atau masyarakat umum.

Dampak bagi publik dan saluran verifikasi

Kemenkeu mengimbau masyarakat selalu memeriksa ulang setiap informasi finansial yang mengatasnamakan pemerintah melalui kanal resmi. Informasi mengenai kebijakan anggaran, bantuan sosial, dan realisasi belanja negara hanya dipublikasikan melalui situs kemenkeu.go.id, portal e-ppid.kemenkeu.go.id, serta akun media sosial resmi yang telah terverifikasi.

Melalui laman e-ppid.kemenkeu.go.id dan akun resmi PPID Kemenkeu di Instagram, X, dan Facebook, serta akun Instagram dan Facebook Kemenkeu PRIME, kementerian memastikan video yang mengajak warga mendaftar program hibah melalui nomor tersebut adalah informasi menyesatkan. Publik juga diminta tidak menyebarluaskan video itu agar penyebaran kejahatan siber dan misinformasi tidak meluas.

Jika menerima informasi terkait keuangan negara yang terindikasi hoaks, masyarakat dapat melapor ke contact center Kemenkeu PRIME melalui telepon 134 atau WhatsApp 0813-1000-4134 pada hari kerja Senin sampai Jumat pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang lonjakan penipuan keuangan dan penguatan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), kami mencatat ratusan ribu laporan scam masuk hingga akhir Mei 2026, dengan wilayah Jawa sebagai penyumbang terbesar dan ratusan miliar rupiah dana korban berhasil diblokir. Artikel itu juga merinci modus yang paling sering dilaporkan—mulai dari penipuan transaksi belanja, fake call/impersonation, hingga investasi—serta menekankan pentingnya pelaporan cepat agar peluang penyelamatan dana meningkat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.