Zurich Indonesia andalkan kanal agen untuk dorong pertumbuhan premi berkelanjutan

Zurich Indonesia andalkan kanal agen untuk dorong pertumbuhan premi berkelanjutan
Zurich andalkan agen

Di tengah perubahan perilaku nasabah yang makin digital, PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk mempertahankan kanal agen sebagai salah satu pilar utama distribusi produk asuransi ritel. Perusahaan kini memiliki lebih dari 2.000 agen di seluruh Indonesia dan menilai pendekatan personal tetap penting untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan nasabah.

Sorotan

  • Zurich Indonesia mengandalkan kanal agen sebagai strategi utama distribusi dengan fokus pada pendekatan personal dan relasi jangka panjang nasabah.
  • Zurich memperkuat pelatihan agen, dukungan teknologi, serta menyederhanakan produk untuk merespons perubahan perilaku nasabah dan meningkatkan efektivitas distribusi.
  • Premi bruto Zurich Indonesia mencapai Rp1 triliun per Maret 2026, naik dari Rp832,3 miliar pada Maret 2025, mencerminkan pertumbuhan tahunan signifikan.

Strategi distribusi agen dan penguatan layanan

Seperti dilaporkan KONTAN, CEO Zurich Indonesia Edhi Tjahja Negara mengatakan kanal keagenan terus menjadi bagian penting dalam ekosistem distribusi perusahaan, terutama untuk menjangkau nasabah ritel melalui pendekatan yang lebih personal dan konsultatif.

Ia menegaskan kontribusi agen tidak hanya diukur dari premi yang stabil dan tumbuh konsisten setiap tahun. Menurutnya, kemampuan agen membangun relasi jangka panjang dengan nasabah serta mendukung kualitas pertumbuhan yang berkelanjutan juga menjadi faktor utama.

Zurich juga menilai kanal agen masih berperan strategis dalam memberikan pendampingan dan pemahaman produk yang lebih komprehensif. Di saat yang sama, teknologi digital digunakan untuk meningkatkan efisiensi proses dan memperluas jangkauan, sehingga kanal agen dan kanal digital saling melengkapi.

Dampak bagi kinerja dan industri asuransi

Perusahaan mengakui kanal keagenan menghadapi tantangan dari perubahan perilaku nasabah yang semakin digital serta kebutuhan akan pemahaman produk yang lebih menyeluruh. Untuk merespons kondisi itu, Zurich memperkuat pelatihan agen, menyediakan dukungan teknologi, dan menyederhanakan produk agar lebih mudah dipahami serta dipasarkan.

Dengan langkah tersebut, Zurich optimistis kanal agen akan terus memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pada Maret 2026 Zurich Indonesia membukukan premi bruto sebesar Rp1 triliun secara tahunan, naik dari Rp832,3 pada Maret 2025.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang kinerja asuransi properti Zurich Indonesia, perusahaan menilai bisnisnya tetap stabil meski permintaan KPR dan KPA melemah, ditopang portofolio yang terdiversifikasi. Kami juga mencatat premi bruto asuransi properti tumbuh lebih dari 15% pada kuartal I-2026, dengan kontribusi terbesar dari segmen non-industrial, serta langkah penguatan solusi perlindungan, kolaborasi distribusi, dan edukasi risiko untuk menjaga profitabilitas jangka panjang.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.