Penggerebekan markas judi online jaringan internasional di Jakarta Barat menunjukkan Indonesia ikut terseret dalam pergeseran operasi kejahatan digital regional, bukan semata menjadi pusat baru aktivitas tersebut. Penangkapan 320 WNA dan satu WNI di Hayam Wuruk Plaza Tower juga menguatkan indikasi bahwa operator di satu negara kerap memburu korban di negara lain sesuai bahasa dan pasar yang dituju.
Sorotan
- Polisi menggerebek Hayam Wuruk Plaza Tower di Jakarta Barat dan menangkap 320 WNA serta satu WNI, mayoritas operator berasal dari Vietnam, China, dan Asia Tenggara lainnya.
- Bareskrim menemukan situs judi online CIVICTOTO dan JALUTOTO menarget pasar Indonesia dengan sistem transaksi perbankan domestik dan menangkap pengelola inisial LT di Tangerang.
- Operator judi daring memisahkan lokasi operasi di luar negeri, seperti Kamboja, dari target pasar Indonesia untuk mengurangi risiko penindakan, sehingga pemberantasan bergantung pada kerja sama lintas negara.
Pola operasi dan target pasar regional
Seperti dilaporkan Kompas.com, aparat pada pekan lalu menggerebek gedung perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower di Jakarta Barat yang dijadikan markas judi online jaringan internasional. Dalam operasi itu, polisi menangkap 320 WNA dan satu WNI, dengan mayoritas yang diamankan berasal dari Vietnam, disusul China, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Kamboja.Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menilai temuan di Jakarta Barat tidak berarti seluruh operasi judi online berpindah ke Indonesia. Menurut dia, pola kejahatan transnasional memang bergerak dari satu negara ke negara lain, sementara lokasi operator dan pasar korban bisa berbeda.
Ia menduga mayoritas korban dari operasi yang terungkap di Hayam Wuruk kemungkinan berasal dari Vietnam, China, atau Thailand, mengikuti komposisi kewarganegaraan operator yang ditangkap. Dalam pandangannya, penipuan atau perjudian daring lintas negara membutuhkan operator yang menguasai bahasa target sehingga pelaku dapat menjalankan aktivitas secara lebih efektif.
Tantangan penindakan dan dampak bagi Indonesia
Di sisi lain, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menemukan praktik judi online yang menargetkan masyarakat Indonesia diduga beroperasi dari Kamboja. Temuan itu muncul setelah penyidik melakukan patroli siber terhadap platform CIVICTOTO dan JALUTOTO yang bisa diakses dari Indonesia dan menyediakan permainan kasino, togel, slot, e-lottery, arcade, hingga poker.Menurut Bareskrim, kedua situs tersebut menggunakan sistem deposit dan withdraw melalui rekening bank di Indonesia, sehingga diduga kuat menyasar pengguna domestik. Polisi kemudian menangkap pemilik sekaligus pengendali situs berinisial LT alias T, 40 tahun, di kediamannya di BSD City, Tangerang, Banten.
Tersangka disebut menjalankan operasional sejak 2022 dengan melibatkan 17 karyawan yang seluruhnya berada di Kamboja, terdiri dari satu manajer, dua admin, 13 operator, dan satu auditor. Pola ini, menurut Alfons, memperlihatkan bagaimana pelaku memisahkan lokasi operasi dan pasar untuk mengurangi risiko penindakan, sekaligus membuat pemberantasan judi online semakin bergantung pada kerja sama lintas negara.
Pertumbuhan transaksi pembayaran digital dan penggunaan bank digital di Indonesia yang pernah kami ulas menyoroti makin kuatnya pergeseran masyarakat ke kanal non-tunai, ditopang lonjakan QRIS dan BI-FAST pada triwulan I 2026. Dalam survei 2026, kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi alasan utama memilih bank digital, dengan integrasi fitur harian seperti top up dompet digital dan belanja online sebagai pembeda penting di tengah persaingan.
Berita Law Enforcement Terbaru
- Forex
- Crypto