Pemerintah alokasikan Rp5 triliun untuk percepatan pertanian Papua
Dukungan fiskal untuk Papua diperbesar ketika pemerintah mendorong kemandirian pangan dan penurunan harga bahan pangan di kawasan timur Indonesia. Kementerian Pertanian menyatakan alokasi Rp5 triliun ini menjadi anggaran sektor pertanian terbesar yang pernah diberikan untuk Papua.
Sorotan
- Kementerian Pertanian mengalokasikan Rp5 triliun untuk percepatan pembangunan sektor pertanian Papua melalui efisiensi dan refocusing anggaran.
- Sekitar 90 persen usulan kepala daerah Papua untuk perluasan areal tanam, irigasi, dan bantuan alat produksi telah disetujui pemerintah.
- Belanja pertanian dan pembangunan infrastruktur ditargetkan memperkuat produksi pangan dan menurunkan gap harga pangan Papua dibandingkan Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan.
Rincian anggaran dan target pangan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Kementerian Pertanian menggelontorkan anggaran Rp5 triliun untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian di Papua. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan dana tersebut berasal dari efisiensi dan refocusing anggaran Kementerian Pertanian, lalu diarahkan untuk mendukung masyarakat Indonesia, termasuk Papua.Dalam konferensi pers Kamis, 11 Juni 2026, Amran menyebut dukungan itu diberikan atas arahan presiden dan ditujukan agar Papua mandiri pangan. Pemerintah juga ingin memastikan harga pangan di Papua semakin terjangkau dan makin setara dengan wilayah lain seperti Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan.
Dukungan daerah dan dampak bagi sektor
Dalam pertemuan itu, sejumlah kepala daerah turut mengusulkan tambahan dukungan berupa perluasan areal tanam, cetak sawah, pembangunan irigasi, traktor, dan bantuan sarana produksi lainnya. Menurut Amran, sekitar 90 persen dari usulan yang disampaikan telah disetujui dan segera ditindaklanjuti.Ia menegaskan realisasi bantuan tambahan dapat mencapai 100 persen bila progres pelaksanaannya berjalan baik. Percepatan belanja pertanian dan pemenuhan kebutuhan alat serta infrastruktur ini berpotensi memperkuat produksi pangan lokal di Papua, sekaligus menekan kesenjangan pasokan dan harga dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pergerakan harga pangan nasional pada 12 Juni 2026, kami mencatat mayoritas komoditas utama—mulai dari beras dan cabai hingga daging, minyak goreng, dan telur—mengalami penurunan, sementara gula premium relatif stabil. Ulasan tersebut menekankan bahwa pelemahan harga komoditas dapat membantu meredakan tekanan inflasi pangan dan beban belanja rumah tangga, meski beberapa item seperti daging sapi masih berada di level tinggi.
Berita Retirement Policies Terbaru
- Forex
- Crypto