Indonesia pertahankan harga BBM dan LPG subsidi saat Pertamax menyesuaikan tarif
Pemerintah memastikan harga BBM dan LPG subsidi tetap tidak naik di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi dalam waktu terakhir. Kepastian ini menegaskan pemisahan kebijakan antara energi bersubsidi dan produk pasar seperti Pertamax yang mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
Sorotan
- Indonesia mempertahankan harga BBM dan LPG subsidi tanpa kenaikan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto di tengah penyesuaian harga Pertamax.
- Harga Pertamax sebagai BBM nonsubsidi disesuaikan mengikuti pergerakan harga minyak dunia, berbeda dengan kebijakan harga tetap pada produk subsidi.
- Kebijakan pemisahan skema harga menjaga stabilitas daya beli masyarakat penerima subsidi dan memberi fleksibilitas harga pasar untuk BBM nonsubsidi.
Kebijakan harga subsidi dan dasar keputusan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM dan LPG subsidi merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menegaskan tidak ada kenaikan untuk kedua komoditas energi bersubsidi tersebut.Pernyataan itu disampaikan dalam konteks kenaikan harga BBM nonsubsidi yang sebelumnya terjadi pada produk seperti Pertamax dan Pertamax Green. Dengan kebijakan ini, pemerintah menjaga harga energi bersubsidi tetap stabil bagi kelompok pengguna yang menjadi sasaran subsidi.
Dampak bagi pasar energi domestik
Di sisi lain, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax terjadi karena produk itu merupakan BBM nonsubsidi. Menurut dia, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia, sehingga mekanisme pembentukannya berbeda dari BBM dan LPG subsidi.Pemisahan skema harga ini menunjukkan pemerintah tetap menahan beban biaya pada sektor subsidi, sambil membiarkan produk nonsubsidi bergerak sesuai kondisi pasar global. Bagi pasar energi dalam negeri, langkah tersebut menjaga daya beli pada segmen subsidi sekaligus mempertahankan acuan komersial untuk BBM nonsubsidi.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penyesuaian harga Pertamax, kami menjelaskan bahwa pemerintah menilai BBM nonsubsidi perlu bergerak lebih dekat ke harga keekonomian seiring kenaikan harga minyak dunia agar beban fiskal tidak membengkak. Kami juga menyoroti perbandingan regional harga RON 92 di ASEAN serta penegasan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan biosolar tetap ditahan, sehingga penyesuaian difokuskan pada produk nonsubsidi.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto