Kementerian Pertanian tegaskan proyek pangan Papua Selatan untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan warga

Kementerian Pertanian tegaskan proyek pangan Papua Selatan untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan warga
Papua Selatan untuk pangan nasional

Pemerintah menegaskan pengembangan pangan di Papua Selatan tetap dijalankan sebagai bagian dari strategi memperkuat pasokan pangan nasional di tengah pertumbuhan penduduk Indonesia. Program yang masuk Proyek Strategis Nasional itu juga disebut ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pengembangan komoditas dan dukungan produksi.

Sorotan

  • Pemerintah menegaskan proyek pengembangan pangan di Papua Selatan menjadi strategi memperkuat ketahanan pangan nasional dan ekonomi masyarakat lokal.
  • Sekitar 60 ribu hektare lahan dikelola masyarakat Papua dengan dukungan pemerintah berupa alat, benih unggul, irigasi, dan pendampingan budidaya.
  • Produktivitas lahan meningkat signifikan, dari sekitar 3 ton per hektare menjadi sekitar 7 ton per hektare, dengan intensitas tanam hingga tiga kali setahun.

Penjelasan pemerintah atas proyek pangan Papua

Mengutip Kementerian Pertanian Indonesia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan program pengembangan pangan di Papua Selatan merupakan proyek negara yang dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Pernyataan itu disampaikan dalam Podcast Jurnalistik saat ia menanggapi narasi yang berkembang terkait program tersebut. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan ketersediaan pangan jangka panjang karena jumlah penduduk Indonesia terus bertambah sekitar 3,5 juta hingga 4 juta orang per tahun.

Amran mengatakan pengembangan pangan di Papua menjadi bagian dari strategi menciptakan pusat produksi baru di berbagai wilayah Indonesia. Selain padi, pemerintah juga mendorong komoditas lokal seperti sagu dan ubi yang telah lama menjadi sumber pangan masyarakat Papua.

Ia juga membantah anggapan bahwa masyarakat tidak menikmati manfaat program itu. Menurutnya, sekitar 60 ribu hektare lahan yang dikelola merupakan milik masyarakat setempat, bukan milik BUMN, negara, atau swasta, sementara dukungan pemerintah mencakup alat dan mesin pertanian, benih unggul, pembangunan irigasi, serta pendampingan budidaya.

Dampak produktivitas dan kepentingan nasional

Amran juga menepis tudingan yang mengaitkan proyek tersebut dengan kepentingan pihak tertentu. Ia menyebut pekerjaan lapangan melibatkan 135 perusahaan kontraktor dan menegaskan proyek itu dijalankan untuk kepentingan rakyat.

Ia mengajak para pihak untuk melihat langsung kondisi di lapangan agar memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan program. Menurutnya, manfaat program mulai dirasakan masyarakat, termasuk lewat penerapan teknologi pertanian modern yang meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan.

Ia menyebut petani yang sebelumnya menanam satu kali setahun dengan produktivitas sekitar 3 ton per hektare kini dapat mencapai sekitar 7 ton per hektare dengan intensitas tanam hingga tiga kali setahun. Bagi pemerintah, pembangunan pertanian di Papua tidak hanya penting bagi ekonomi lokal, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang menjaga ketahanan pangan nasional.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang dorongan peningkatan anggaran Kementerian Pertanian untuk 2027, kami membahas dukungan Komisi IV DPR RI terhadap penambahan pagu untuk mempercepat produksi pangan strategis dan mengurangi ketergantungan impor. Tambahan anggaran itu diarahkan antara lain untuk lahan dan irigasi, sarana produksi, modernisasi pertanian, serta penguatan SDM guna mendukung target swasembada dan pengembangan kawasan pangan terintegrasi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.