DPR kritik pagu pendidikan 2027 karena belanja sarana dominan

DPR kritik pagu pendidikan 2027 karena belanja sarana dominan
DPR soroti anggaran pendidikan

Pembahasan pagu indikatif pendidikan 2027 di DPR memunculkan sorotan terhadap keseimbangan prioritas belanja antara infrastruktur dan kualitas layanan belajar. Komisi X menilai kesejahteraan guru, mutu pendidikan, dan kualitas siswa belum tampak sebagai fokus utama dalam usulan anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Sorotan

  • DPR menyoroti pagu indikatif pendidikan 2027 karena alokasi Rp58 triliun untuk Kemendikdasmen dan Rp64 triliun untuk Kemendiktisaintek didominasi belanja sarana prasarana.
  • Komisi X DPR menilai alokasi untuk kesejahteraan guru, mutu layanan, dan kualitas siswa masih minim, bahkan direktorat kurikulum Kemendikdasmen belum mendapat anggaran.
  • DPR meminta pemerintah merevisi postur pagu indikatif dan menjadwalkan pembahasan lanjutan bersama Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek pada 17 Juni 2026.

Sorotan DPR atas struktur anggaran 2027

Seperti diberitakan Kompas.com, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyatakan pemerintah masih terlalu berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana dalam pagu indikatif 2027. Ia mengatakan alokasi untuk kesejahteraan guru serta peningkatan mutu dan kualitas pendidikan belum terlihat memadai.

Lalu menyampaikan Komisi X meminta pemerintah meninjau kembali alokasi yang telah diajukan. Menurut dia, penyusunan anggaran harus menempatkan peningkatan kesejahteraan guru, mutu layanan, dan kualitas siswa sebagai perhatian utama.

Ia juga mengungkapkan masih ada program penting di sektor pendidikan yang belum memperoleh alokasi anggaran. Salah satu temuan Komisi X, kata dia, adalah direktorat di Kemendikdasmen yang menangani kurikulum masih memiliki anggaran nol.

Dalam kesempatan itu, Lalu memaparkan pagu indikatif Kemendikdasmen saat ini mencapai Rp58 triliun dengan usulan tambahan lebih dari Rp40 triliun. Sementara pagu indikatif Kemendiktisaintek sebesar Rp64 triliun dengan usulan tambahan lebih dari Rp15 triliun.

Dampak bagi prioritas mutu dan pembahasan lanjutan

Lalu menilai besarnya porsi pembangunan sarana prasarana membuat program layanan, mutu, dan peningkatan kualitas pendidikan dalam pagu indikatif masih bernilai nol. Kondisi ini, menurut dia, menjadi perhatian serius Komisi X dalam pembahasan anggaran bersama pemerintah.

DPR meminta agar postur pagu indikatif diformulasikan ulang sebelum disepakati bersama. Komisi X juga menjadwalkan pembahasan lanjutan dengan Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek pada Rabu, 17 Juni 2026, setelah pemerintah diminta mengoreksi usulan tersebut.

Sorotan Komisi IV DPR atas pagu indikatif Kementerian Pertanian 2027 menekankan dorongan tambahan anggaran untuk mempercepat swasembada dan memperkuat ketahanan pangan. Dalam laporan kami sebelumnya, kenaikan pagu dari Rp23,23 triliun dengan usulan tambahan Rp22,43 triliun diarahkan ke program lahan dan irigasi, sarana produksi, modernisasi, serta penguatan SDM pertanian guna mengejar target produksi komoditas strategis dan menekan ketergantungan impor.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.