Ashutosh Sureka

GMNI suarakan lima tuntutan kebijakan dalam aksi di DPR

GMNI suarakan lima tuntutan kebijakan dalam aksi di DPR
GMNI aksi lima tuntutan

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menggelar aksi di depan Gedung DPR RI di Jakarta Pusat pada Senin, 15 Juni 2026, dengan membawa isu kepemimpinan nasional, pendidikan, harga energi, dan program sosial. Aksi itu masih berlangsung hingga siang hari dengan orasi bergantian dari atas mobil komando di bawah pengawalan aparat kepolisian.

Sorotan

  • GMNI mengajukan lima tuntutan utama pada aksi 15 Juni 2026 di DPR, termasuk desakan mundur Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
  • Massa GMNI menuntut pendidikan gratis dan berkualitas untuk seluruh rakyat Indonesia serta penurunan harga bahan bakar minyak guna meredakan tekanan biaya hidup.
  • GMNI meminta evaluasi total dan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis karena menilai pelaksanaannya bermasalah dan alokasi anggarannya perlu dikaji ulang.

Rangkaian tuntutan dalam aksi 15 Juni 2026

Seperti diberitakan KOMPAS.com, massa GMNI memusatkan aksi di depan gerbang kompleks parlemen dan menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah. Tuntutan tersebut mencakup desakan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur, pendidikan gratis dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, penurunan harga bahan bakar minyak, evaluasi total Program Makan Bergizi Gratis, serta penghentian sementara program itu sampai sistem pelaksanaannya diperbaiki.

Dari atas mobil komando, orator menyampaikan kritik keras terhadap kondisi negara dan menilai kebijakan pemerintah saat ini tidak menjawab keresahan publik. Dalam orasi itu, mahasiswa juga menekankan bahwa akses pendidikan harus dijamin negara tanpa hambatan ekonomi agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat ke depan.

Dampak isu pendidikan dan biaya hidup

Selain isu politik, aksi ini menyoroti tekanan biaya hidup melalui tuntutan penurunan harga BBM, yang dinilai penting untuk meringankan beban masyarakat dan menekan kenaikan harga kebutuhan pokok. Kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis juga menjadi fokus karena GMNI menilai pelaksanaannya perlu dibenahi secara menyeluruh sebelum dilanjutkan.

Dalam salah satu orasi, massa menyinggung alokasi anggaran pendidikan yang disebut telah banyak diarahkan ke program MBG. Di lokasi, peserta aksi yang mengenakan jaket merah khas GMNI membawa bendera organisasi dan membentangkan spanduk tuntutan, sementara kegiatan unjuk rasa tetap berlangsung hingga siang hari.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang rencana demonstrasi mahasiswa UBK pada 15 Juni 2026 di kawasan Monas, kami mengulas enam tuntutan yang dibawa massa, termasuk penghentian sementara dan evaluasi menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta peninjauan kebijakan kenaikan harga BBM. Kami juga menyoroti konteks yang lebih luas, seperti tekanan biaya hidup, akses pendidikan yang terjangkau, dan dorongan agar pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.