Kemlu siapkan pertemuan dubes untuk dorong hubungan ekonomi Timur Tengah dan Afrika Utara
Di tengah gangguan logistik akibat konflik regional, Kementerian Luar Negeri berencana segera mengumpulkan seluruh duta besar RI di Timur Tengah dan Afrika Utara untuk menyusun langkah penguatan kerja sama ekonomi bilateral. Pertemuan itu juga diarahkan untuk meningkatkan volume perdagangan Indonesia dengan kawasan yang dinilai sudah menunjukkan kinerja baik namun masih menghadapi tekanan geopolitik.
Sorotan
- Kemlu akan mengumpulkan seluruh dubes RI di Timur Tengah dan Afrika Utara dalam waktu dekat untuk merumuskan strategi peningkatan hubungan ekonomi.
- Rencana pertemuan dubes yang tertunda sejak Januari 2026 akan digelar ketika situasi kawasan mulai kondusif, didorong respons positif dan frekuensi kunjungan bilateral.
- Maroko dipilih sebagai lokasi pertemuan 20 hingga 22 KBRI, mempertimbangkan akses logistik serta rute perjalanan sebagai upaya memperkuat koordinasi ekonomi dan diplomasi Indonesia.
Rencana pertemuan dan agenda ekonomi
Seperti dilaporkan Kompas.com, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta mengatakan Kemlu berencana dalam waktu dekat mengumpulkan para dubes RI di seluruh kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara guna merumuskan langkah ke depan untuk meningkatkan hubungan ekonomi. Ia menyampaikan fokus itu saat situasi geopolitik kawasan masih dinamis dan perang memicu gangguan pada rantai logistik.Anis menilai perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut sudah berada pada jalur yang baik, tetapi masih perlu didorong ke tingkat yang lebih tinggi. Menurutnya, penguatan hubungan bilateral menjadi bagian dari upaya memperbesar volume agregat hubungan Indonesia dengan dunia Islam.
Ia juga menekankan bahwa pendekatan kerja sama dengan negara-negara mitra di Timur Tengah perlu dibangun atas dasar kepentingan strategis, bukan semata pertimbangan agama, identitas, atau sejarah. Menurut Anis, tantangan terbesar adalah meyakinkan mitra bahwa Indonesia layak menjadi strategic partner karena nilai strategis yang lebih luas.
Dampak kawasan dan pilihan lokasi pertemuan
Anis mengatakan respons dari kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara sejauh ini sangat positif. Hal itu, menurut dia, terlihat dari tingginya frekuensi kunjungan timbal balik antara Presiden Indonesia dan para pemimpin negara-negara Arab serta Teluk.Rencana pertemuan para dubes itu sebenarnya sudah disiapkan sejak Januari 2026, tetapi tertunda karena eskalasi konflik. Kemlu kini berharap pertemuan dapat segera digelar ketika situasi mulai menunjukkan tanda-tanda yang lebih damai.
Maroko dibidik sebagai lokasi pertemuan untuk sekitar 20 hingga 22 KBRI di kawasan tersebut. Pertimbangan utama yang disebutkan adalah akses logistik serta ketersediaan pilihan rute perjalanan yang lebih banyak, faktor yang dinilai penting untuk mendukung koordinasi diplomatik dan ekonomi Indonesia di kawasan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang normalisasi Selat Hormuz dalam rencana kesepakatan damai U.S.–Iran, kami menyoroti posisi Indonesia yang menilai pembukaan kembali jalur tersebut krusial untuk memulihkan arus perdagangan dan distribusi energi. Kami juga mencatat bahwa penutupan Selat Hormuz dapat memperbesar tekanan fiskal dan biaya logistik, sehingga perkembangan diplomatik di kawasan menjadi faktor penting bagi stabilitas ekonomi global dan dampaknya ke Indonesia.
- Forex
- Crypto