DBS Indonesia fokus perluas wealth management di tengah persaingan nasabah affluent

DBS Indonesia fokus perluas wealth management di tengah persaingan nasabah affluent
DBS perluas wealth management

Persaingan layanan wealth management perbankan di Indonesia kian ketat seiring meningkatnya minat bank menggarap segmen nasabah affluent. DBS Indonesia menilai ruang pertumbuhan tetap besar karena kelompok ini, meski hanya sekitar 1% populasi, menguasai 70% aset bebas domestik.

Sorotan

  • DBS Indonesia memfokuskan bisnis pada segmen affluent dengan layanan utama wealth management untuk merebut 70% free asset domestik yang dikuasai 1% populasi.
  • Peningkatan literasi finansial di Indonesia menciptakan peluang pertumbuhan wealth management dan memperketat persaingan antarbank dalam memperebutkan nasabah bernilai tinggi.
  • DBS Indonesia memperkuat layanan pengelolaan aset dengan rutin menganalisis pasar serta menawarkan solusi investasi personal guna menghadapi persaingan industri perbankan.

Strategi DBS pada segmen affluent

KONTAN Indonesia melaporkan, PT Bank DBS Indonesia melihat perebutan pasar wealth management semakin intensif karena lebih banyak bank mendorong bisnis pada segmen nasabah affluent yang dinilai memiliki pertumbuhan dana tinggi dan relatif aman.

Natalina Syabana, Head of Consumer Banking Segment & Liabilities Product DBS Indonesia, mengatakan perseroan ke depan memfokuskan bisnis pada segmen affluent dengan layanan utama pengelolaan aset. Ia menyampaikan hal itu dalam media gathering di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurut Natalina, segmen affluent hanya mencakup sekitar 1% populasi Indonesia, tetapi menguasai 70% free asset domestik. Kondisi itu membuat segmen tersebut menjadi target utama bank dalam memperkuat bisnis wealth management.

Dampak bagi industri perbankan

Meningkatnya literasi finansial masyarakat Indonesia dinilai membuka peluang pertumbuhan lebih lanjut bagi layanan wealth management. Bagi perbankan, kondisi ini berarti persaingan produk, layanan nasihat investasi, dan kualitas pengelolaan portofolio akan semakin menentukan perebutan nasabah bernilai tinggi.

Untuk menghadapi persaingan itu, DBS Indonesia menyatakan akan memperkuat kualitas layanan pengelolaan aset, termasuk dengan rutin menganalisis situasi pasar dan peluang pertumbuhan investasi yang selaras dengan portofolio masing-masing nasabah. Langkah ini menunjukkan bank semakin menekankan layanan yang lebih personal di tengah kompetisi industri yang makin rapat.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertumbuhan bisnis wealth management DBS Indonesia, kami mencatat dana kelolaan (AUM) perseroan tumbuh 7% secara tahunan hingga Mei 2026, seiring meningkatnya akuisisi nasabah baru. Kami juga menyoroti bahwa penguatan layanan ditopang analisis data investasi serta dukungan jaringan global DBS Group untuk mendorong ekspansi di segmen ini.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.