DPR gelar dialog tertutup dengan mahasiswa di Jakarta di tengah tuntutan tata kelola pemerintahan
Pertemuan antara pimpinan DPR dan mahasiswa demonstran berlangsung tertutup di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, pada Jumat petang, saat tekanan terhadap respons politik atas tuntutan publik menguat. Agenda itu mempertemukan perwakilan DPR dengan unsur mahasiswa dari sejumlah kampus yang membawa tuntutan terkait ekonomi, supremasi sipil, dan evaluasi program pemerintah.
Sorotan
- DPR menggelar dialog tertutup dengan mahasiswa dari empat universitas besar di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara I, Jakarta, membatasi akses media.
- Pengamanan kawasan parlemen diperketat dengan gabungan Brimob, Sabhara, dan pengamanan DPR RI seiring tingginya sensitivitas politik aksi mahasiswa.
- Tuntutan mahasiswa meliputi pemulihan ekonomi-politik, audit program pemerintah, dan penegakan supremasi sipil, mendorong tekanan akuntabilitas pada DPR.
Agenda pertemuan dan pihak yang terlibat
Seperti dilaporkan Kompas.com, pertemuan berlangsung di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara I, atau Gedung Kura-kura, dengan akses media dibatasi sebelum konferensi pers dijanjikan setelah agenda selesai.Pimpinan DPR yang menemui mahasiswa adalah Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa. Saat hendak memasuki ruang pertemuan, Saan menyatakan pihaknya akan lebih dulu mendengarkan aspirasi mahasiswa.
Selain itu, hadir pula Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Alfath, serta Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR Nazaruddin Dek Gam. Unsur mahasiswa yang mengikuti pertemuan berasal dari Himpunan Mahasiswa Indonesia, Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, dan Universitas Esa Unggul.
Tuntutan mahasiswa dan implikasi politik
Pengamanan di sekitar Gedung Nusantara I diperketat oleh gabungan personel Brimob, Sabhara, dan pengamanan dalam DPR RI, menunjukkan tingginya sensitivitas politik atas aksi yang berlangsung di kawasan parlemen.Mahasiswa Universitas Trisakti mengusung konsep "Tritura Kembali" atau Tiga Tuntutan Rakyat. Arief, Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti, mengatakan tuntutan mereka mencakup pemulihan ekonomi dan politik nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat publik, serta pengembalian supremasi sipil.
Sementara itu, mahasiswa Universitas Esa Unggul menyampaikan empat tuntutan, yakni penegakan supremasi sipil, audit program pemerintah dan proyek strategis nasional, perbaikan komunikasi publik pemerintah, serta memastikan fungsi check and balance berjalan. Rangkaian tuntutan itu menempatkan DPR pada posisi penting untuk merespons tekanan akuntabilitas dan pengawasan kebijakan di tingkat nasional.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang aksi “Tritura Kembali” mahasiswa Universitas Trisakti ke DPR RI, kami merangkum fokus tuntutan yang dibawa, mulai dari pemulihan ekonomi-politik hingga pengembalian supremasi sipil. Laporan itu juga menyoroti poin spesifik seperti desakan penurunan harga bahan pokok dan BBM, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, serta penolakan UU Polri dan sejumlah proyek strategis nasional, berikut gambaran rute pergerakan massa menuju kompleks parlemen.
Berita Excellence Trade Terbaru
- Forex
- Crypto