Ashutosh Sureka

DPR hadapi aksi mahasiswa gabungan di Jakarta saat tuntutan pengawasan pemerintah menguat

DPR hadapi aksi mahasiswa gabungan di Jakarta saat tuntutan pengawasan pemerintah menguat
DPR hadapi aksi mahasiswa

Aksi gabungan empat kelompok mahasiswa berlangsung di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR RI di Jakarta Pusat pada Jumat (19/6/2026) dan sempat memicu penutupan sementara arus Jalan Jenderal Gatot Subroto ke arah Slipi. Unjuk rasa ini menyatukan agenda tuntutan dari sejumlah kampus dan organisasi mahasiswa, dengan fokus pada supremasi sipil, evaluasi program pemerintah, serta penguatan fungsi pengawasan DPR.

Sorotan

  • Ratusan mahasiswa dari HMI, Universitas Trisakti, Esa Unggul, dan Mercubuana menggelar demonstrasi di depan gedung DPR/MPR RI mulai pukul 16.00 WIB.
  • Empat tuntutan utama aksi mahasiswa mencakup audit anggaran Proyek Strategis Nasional, Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan optimalisasi pengawasan DPR terhadap pemerintah.
  • Penutupan sebagian Jalan Gatot Subroto karena aksi menyoroti eskalasi tekanan politik mahasiswa terhadap DPR atas peran pengawasan kebijakan publik.

Tuntutan aksi dan jalannya demonstrasi

Seperti diberitakan Kompas.com, massa dari Himpunan Mahasiswa Islam, Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, dan Universitas Mercubuana berkumpul di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR RI setelah berangkat dari titik kumpul masing-masing. Sebagian peserta juga melakukan long march dari Jalan Gerbang Pemuda menuju Jalan Gatot Subroto untuk mendekati lokasi aksi, sebelum demonstrasi dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan orasi bergantian dari perwakilan tiap kelompok.

Mahasiswa Universitas Trisakti membawa konsep “Tritura Kembali” atau Tiga Tuntutan Rakyat. Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti, Arief, mengatakan tiga tuntutan utama dalam aksi itu adalah memulihkan ekonomi dan politik nasional, memberantas inkompetensi pejabat publik, serta mengembalikan supremasi sipil.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Universitas Esa Unggul, David Sondakh, menyampaikan empat tuntutan utama. Tuntutan tersebut meliputi penegakan supremasi sipil, audit atas program dan proyek yang menggunakan anggaran negara termasuk Proyek Strategis Nasional, Makan Bergizi Gratis, dan Program Koperasi Desa Merah Putih, perbaikan komunikasi publik pemerintah, serta optimalisasi fungsi pengawasan DPR terhadap pemerintah.

Dampak politik dan lalu lintas di sekitar DPR

Penutupan sementara Jalan Jenderal Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi menunjukkan aksi ini berdampak langsung pada mobilitas di salah satu koridor utama Jakarta. Konsentrasi massa di kompleks parlemen juga menegaskan DPR tetap menjadi pusat penyaluran tekanan politik mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah.

Isi tuntutan yang menyoroti audit anggaran negara, ruang sipil, dan fungsi check and balance menempatkan aksi ini dalam konteks pengawasan kebijakan publik yang lebih luas. Bagi lingkungan parlemen, tekanan dari kelompok mahasiswa dapat menambah sorotan terhadap peran DPR dalam mengawasi pelaksanaan program pemerintah dan merespons isu-isu yang memicu polemik di masyarakat.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang aksi “Tritura Kembali” mahasiswa Universitas Trisakti menuju DPR RI, kami merangkum fokus tuntutan mereka pada pemulihan ekonomi-politik, evaluasi kinerja pejabat publik, dan pengembalian supremasi sipil. Laporan itu juga memuat rincian desakan seperti penurunan harga bahan pokok dan BBM, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, serta penolakan UU Polri dan sejumlah proyek strategis nasional, berikut gambaran pergerakan massa dari titik kumpul sebelum menuju kompleks parlemen.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.