Ashutosh Sureka

DPR buka akses dialog dengan mahasiswa di Senayan

DPR buka akses dialog dengan mahasiswa di Senayan
DPR dialog dengan mahasiswa

Aksi mahasiswa di kompleks parlemen pada 19 Juni 2026 menandai perubahan pendekatan DPR dalam merespons tekanan publik di tengah sorotan atas isu energi, pangan, dan kebebasan sipil. Sekitar 50 perwakilan demonstran diterima dalam audiensi tertutup yang juga menyoroti status hukum 16 mahasiswa Trisakti yang masih berstatus tersangka.

Sorotan

  • DPR RI membuka akses dialog dengan lebih dari 50 perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas terkait isu kelangkaan BBM bersubsidi dan kenaikan harga Pertamax.
  • Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menghubungi Menteri ESDM dan Kepala BGN untuk mendapat respons pemerintah secara langsung atas tuntutan mahasiswa.
  • Ketua Komisi III DPR telah berkomunikasi dengan aparat hukum agar status tersangka 16 mahasiswa Trisakti dicabut dalam sepekan dan dua mahasiswa Mercu Buana dibebaskan malam itu.

Audiensi DPR angkat tuntutan mahasiswa

Seperti dilaporkan Kompas Indeks News Indonesia, Gedung Nusantara di kompleks parlemen Senayan dibuka untuk menerima aspirasi ribuan mahasiswa yang berunjuk rasa dalam aksi bertajuk Tritura, Tiga Tuntutan Rakyat. Aksi ini digerakkan mahasiswa Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, Universitas Esa Unggul, dan PB HMI-MPO, dengan agenda yang mencakup kelangkaan BBM bersubsidi, kenaikan harga Pertamax, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, kesejahteraan guru dan dosen, penyempitan ruang masyarakat sipil, serta komunikasi publik pejabat negara.

Dalam audiensi tertutup di Ruang Abdul Muis, lebih dari 50 perwakilan mahasiswa diterima langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa. Pertemuan itu juga dihadiri Ketua Komisi III Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III Rano Alfath, dan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan Nazaruddin Dek Gam.

Di tengah pertemuan, Dasco menelepon Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Kepala BGN Nanik Hindayana untuk menghadirkan respons pemerintah secara langsung di hadapan mahasiswa. Saan Mustopa menyatakan seluruh pihak berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan politik nasional.

Dampak politik dan isu hukum mahasiswa

Salah satu pokok yang paling mendapat perhatian adalah status hukum 16 mahasiswa Trisakti yang ditangkap saat aksi peringatan 27 tahun Reformasi pada tahun lalu dan hingga kini masih menyandang status tersangka. Dasco menyatakan Ketua Komisi III telah berkomunikasi dengan aparat terkait, dan dalam sepekan status tersangka mereka diupayakan dicabut.

DPR juga menyampaikan bahwa dua mahasiswa Mercu Buana yang sempat diamankan polisi karena membawa bensin saat hendak bergabung dalam aksi dipastikan dibebaskan pada malam itu. Setelah audiensi selesai, Dasco dan Saan menemui massa di luar gerbang, naik ke mobil komando, dan menyampaikan hasil pertemuan secara langsung kepada ribuan mahasiswa yang masih bertahan.

Peristiwa ini memperlihatkan fungsi aspiratif DPR dijalankan secara lebih terbuka di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap relasi parlemen dan masyarakat sipil. Bagi lingkungan politik nasional, pola komunikasi semacam ini menjadi sinyal bahwa penanganan tuntutan sosial dapat ditempuh melalui kanal dialog langsung, bukan hanya pengamanan di lapangan.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang audiensi DPR dengan mahasiswa pada 19 Juni 2026, kami menyoroti komitmen pimpinan DPR untuk meneruskan aspirasi lintas kampus ke pemerintah, terutama soal kelangkaan BBM bersubsidi dan kenaikan harga Pertamax. Artikel itu juga membahas evaluasi Program Makan Bergizi Gratis melalui komunikasi dengan Badan Gizi Nasional, serta koordinasi Komisi III terkait status hukum 16 mahasiswa Trisakti yang masih berstatus tersangka.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.