Kredit perbankan Indonesia tumbuh 10,8% pada Mei 2026, ditopang korporasi dan investasi

Kredit perbankan Indonesia tumbuh 10,8% pada Mei 2026, ditopang korporasi dan investasi
Kredit perbankan naik tajam

Pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia menguat pada Mei 2026 setelah laju ekspansi pada bulan sebelumnya lebih moderat. Kenaikan ini terutama didorong pembiayaan korporasi dan kredit investasi, sementara segmen konsumsi bergerak lebih lambat dan kredit UMKM mulai membaik.

Sorotan

  • Penyaluran kredit perbankan Indonesia pada Mei 2026 mencapai Rp 8.759 triliun, tumbuh 10,8% yoy, didorong pertumbuhan kredit korporasi 17,2%.
  • Kredit investasi naik 20,5% menjadi Rp 2.673,4 triliun, terutama disokong sektor keuangan, real estat, jasa perusahaan, serta pengangkutan dan komunikasi.
  • Kredit properti tumbuh 17,2% menjadi Rp 1.690,8 triliun dengan kredit konstruksi melonjak 44,6%, sementara kredit UMKM mulai pulih naik 0,6% yoy.

Pendorong utama pertumbuhan kredit Mei 2026

Seperti dilaporkan KONTAN, data Uang Beredar Bank Indonesia yang dipublikasikan pada Selasa, 23 Juni 2026, menunjukkan penyaluran kredit mencapai Rp 8.759 triliun pada Mei 2026, naik 10,8% secara tahunan, lebih tinggi dari pertumbuhan 9,4% pada April 2026.

Akselerasi ini terutama ditopang pembiayaan ke segmen korporasi. Kredit korporasi tumbuh 17,2% secara tahunan menjadi Rp 5.076,1 triliun, meningkat dari 14,5% pada bulan sebelumnya, sedangkan kredit kepada debitur perorangan tumbuh stabil 3,4% menjadi Rp 3.620,7 triliun dan kredit kepada kelompok debitur lainnya masih terkontraksi 10,3%.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh 20,5% menjadi Rp 2.673,4 triliun, lebih tinggi dari 18,4% pada April 2026. Pertumbuhan ini terutama ditopang sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan, serta pengangkutan dan komunikasi, sementara kredit modal kerja naik 7,9% menjadi Rp 3.702,5 triliun, didorong sektor pertambangan dan penggalian serta industri pengolahan.

Kredit konsumsi tumbuh 5,8% menjadi Rp 2.383,1 triliun, sedikit melambat dari 6% pada April 2026. KPR dan KPA naik 4,6% menjadi Rp 847,9 triliun, kredit kendaraan bermotor masih terkontraksi 9,4% menjadi Rp 131,1 triliun, dan kredit multiguna tumbuh 8,2% menjadi Rp 1.404,1 triliun meski sedikit melambat dari bulan sebelumnya.

Dampak sektoral pada properti dan UMKM

Dari sisi sektor properti, pertumbuhan kredit masih bertahan pada level tinggi. Penyaluran kredit properti tumbuh 17,2% secara tahunan menjadi Rp 1.690,8 triliun pada Mei 2026, terutama ditopang kredit konstruksi yang melonjak 44,6% menjadi Rp 570,5 triliun.

Selain itu, kredit real estat tumbuh 14,5% menjadi Rp 272,5 triliun, sementara KPR dan KPA naik 4,7%. Perkembangan ini menunjukkan permintaan pembiayaan di rantai sektor properti masih kuat, terutama pada aktivitas konstruksi.

Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit mulai menunjukkan perbaikan dengan kenaikan 0,6% secara tahunan pada Mei 2026, lebih tinggi dari 0,2% pada April 2026. Peningkatan tersebut didorong kredit usaha menengah yang tumbuh 1,8%, sementara kredit usaha mikro naik 0,6% dan kredit usaha kecil masih terkontraksi 0,3%.

Berdasarkan penggunaannya, pertumbuhan kredit UMKM terutama berasal dari kredit investasi yang tumbuh 12,5%. Sebaliknya, kredit modal kerja UMKM masih mengalami kontraksi 4,5%, menandakan pemulihan pembiayaan pelaku usaha kecil belum merata di seluruh kebutuhan usaha.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan pagu Kredit Perumahan Pemerintah (KPP) 2026 menjadi Rp50 triliun, kami menyoroti bahwa langkah ini ditempuh karena serapan program sudah mencapai sekitar Rp19,24 triliun atau 54% per 20 Juni 2026 dengan 91.045 debitur. Kami juga mencatat kebijakan tersebut ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus memberi stimulus tambahan bagi sektor properti di tengah permintaan yang masih kuat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.