Platform SCF Indonesia perluas minat investasi ke infrastruktur EV dan transisi energi
Di tengah pasar yang volatil pada 2026, investor securities crowdfunding di Indonesia tetap menaruh minat pada sektor dengan model bisnis yang jelas dan mudah dipahami. Selain F&B, minat itu kini mulai bergeser ke proyek transisi energi, terutama infrastruktur kendaraan listrik yang dinilai memiliki kebutuhan riil dan potensi pendapatan berulang.
Sorotan
- Investor SCF Indonesia semakin tertarik pada proyek transisi energi, khususnya infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum yang diperkenalkan Danamart pada Juni 2026.
- Bizhare melaporkan proyek swap station motor listrik bernilai sekitar Rp1,3 miliar pada 2026 dengan Batch 1 menghasilkan annualized yield rata-rata 70% per tahun, melebihi target.
- Pertumbuhan adopsi kendaraan listrik dan kebutuhan battery swapping station mendorong sektor infrastruktur EV menjadi fokus utama minat investasi di platform SCF.
Perubahan preferensi investor pada 2026
Seperti dilaporkan KONTAN, pelaku industri securities crowdfunding melihat peluang investasi baru ketika investor menjadi semakin selektif dalam menempatkan dana sepanjang 2026. Di tengah kondisi itu, sektor F&B masih diminati karena profil usaha dan produknya relatif mudah dipahami, namun platform mulai mencatat perhatian yang tumbuh ke proyek pendukung transisi energi.PT Dana Aguna Nusantara, atau Danamart, menyatakan sektor pendukung transisi energi mulai menarik minat investor di platformnya. Head of Marketing Danamart, Cindera Hegawan, mengatakan kenaikan minat ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan penguatan ekosistem energi bersih di Indonesia.
Pada Juni 2026, Danamart menghadirkan proyek infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum, atau SPKLU. Menurut Cindera, proyek pendukung transisi energi mulai mendapat tempat dalam pertimbangan investor, terutama untuk proyek yang memiliki struktur yang mendalam, underlying, dan kebutuhan riil yang jelas.
Dorongan pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik
PT Investasi Digital Nusantara, atau Bizhare, juga menyebut infrastruktur kendaraan listrik, terutama fasilitas swap station untuk motor listrik, semakin diminati investor. CEO Bizhare, Heinrich Vincent, mengatakan sektor ini menarik karena memberi eksposur pada tren pertumbuhan kendaraan listrik, kebutuhan infrastruktur B2B, serta potensi recurring revenue berbasis pengguna.Bizhare mencatat proyek swap station yang ditawarkan dalam lima batch bernilai sekitar Rp1,3 miliar sepanjang 2026. Perusahaan itu juga menyebut proyek Swap Station Batch 1 membukukan annualized yield di atas target, dengan rata-rata mencapai 70% per tahun.
Ke depan, infrastruktur kendaraan listrik, terutama battery swapping station, menjadi salah satu sektor yang semakin menarik bagi investor SCF. Menurut Heinrich, ketertarikan itu didorong oleh meningkatnya adopsi kendaraan EV, kebutuhan infrastruktur penukaran baterai, serta peluang pertumbuhan ekosistem ride-hailing dan mobilitas berbasis listrik di Indonesia.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertumbuhan pendanaan Bizhare pada semester I-2026, kami mencatat total pendanaan yang difasilitasi mendekati Rp400 miliar saat investor makin selektif menilai risiko, underlying, dan arus kas proyek. Sejalan dengan itu, minat tinggi terlihat pada sektor energi terbarukan dan infrastruktur kendaraan listrik, termasuk proyek battery swapping station yang ditawarkan dalam beberapa batch dan mencatat imbal hasil tahunan yang melampaui target pada batch pertama.
Berita Transportation Terbaru
- Forex
- Crypto