Biaya pelatihan manajer Kopdes diperkirakan capai Rp 45 juta per peserta
Perdebatan mengenai desain pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih menguat setelah muncul rincian biaya yang menempatkan porsi terbesar pada latihan dasar militer. Skema 45 hari yang dibahas mencakup 30 hari latihan militer dan 15 hari pembelajaran koperasi, dengan potensi implikasi anggaran besar bila diterapkan secara nasional.
Sorotan
- Total anggaran pelatihan manajer Koperasi Desa Merah Putih diperkirakan Rp 45 juta per peserta selama 45 hari, dengan Rp 30 juta dialokasikan untuk latihan militer.
- Usulan penghapusan latihan militer dapat memangkas biaya pelatihan menjadi Rp 15 juta per peserta, berpotensi menghemat sekitar dua pertiga dari biaya awal.
- Penerapan efisiensi pada 35.476 peserta secara nasional dapat menghemat anggaran triliunan rupiah, sesuai evaluasi Komisi I DPR terhadap desain pelatihan dan urgensi kompetensi manajerial.
Rincian biaya dan usulan efisiensi pelatihan
Seperti dilaporkan Kompas.com, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI-P, Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin, menyatakan biaya latihan dasar militer untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih mencapai sekitar Rp 30 juta per orang, sementara Rp 15 juta dialokasikan untuk pembelajaran substansi koperasi.Dalam siaran pers pada Senin, 29 Juni 2026, ia menjelaskan bahwa total kebutuhan anggaran pelatihan selama 45 hari mencapai sekitar Rp 45 juta per peserta. Perhitungannya merujuk pada skema biaya Rp 5 juta per peserta untuk tujuh hari pelatihan, sehingga porsi kemiliteran dinilai menyerap bagian terbesar anggaran meski tidak berkaitan langsung dengan tugas pengelolaan koperasi.
Hasanuddin menilai penghapusan komponen latihan militer akan membuat program jauh lebih efisien. Menurutnya, negara dapat menghemat sekitar Rp 30 juta per peserta, atau sekitar dua pertiga dari total biaya pelatihan, bila pelatihan difokuskan sepenuhnya pada peningkatan kompetensi manajerial.
Dampak anggaran nasional dan orientasi kompetensi
Ia juga menyatakan bahwa bila skema itu diterapkan kepada 35.476 peserta secara nasional, potensi penghematan anggaran dapat mencapai triliunan rupiah. Komisi I DPR sendiri membidangi isu pertahanan dan intelijen serta bermitra dengan Kementerian Pertahanan RI, yang mengurusi latihan dasar militer bagi calon manajer koperasi desa.Hasanuddin menekankan tugas utama manajer Kopdes adalah mengelola organisasi dan mengembangkan usaha, sehingga materi pelatihan seharusnya berorientasi pada kemampuan profesional seperti tata kelola keuangan, pemasaran, pengelolaan bisnis, dan pemberdayaan masyarakat. Ia mengusulkan Kementerian Koperasi menjadi pihak yang membiayai pelatihan manajerial bagi calon pengelola Kopdes Merah Putih, seraya mendorong evaluasi menyeluruh agar desain pelatihan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang paket stimulus ekonomi semester II 2026 senilai Rp 26,34 triliun, kami mengulas dorongan DPR agar data penerima bantuan dan insentif dimutakhirkan sebelum penyaluran. Kami juga menyoroti pentingnya koordinasi antar-kementerian serta transparansi laporan realisasi agar anggaran benar-benar tepat sasaran dan dampaknya terasa pada konsumsi serta pasar kerja.
Berita Retirement Policies Terbaru
- Forex
- Crypto