Kemendikdasmen catat serapan 2025 96,64 persen, pertahankan opini WTP

Kemendikdasmen catat serapan 2025 96,64 persen, pertahankan opini WTP
Serapan Anggaran Tinggi

Di tengah pelaksanaan program prioritas pendidikan nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melaporkan penguatan akuntabilitas keuangan seiring tingginya realisasi belanja pada 2025. Kementerian itu mengelola anggaran Rp64,34 triliun dengan realisasi Rp62,17 triliun, sementara alokasi 2026 juga berubah setelah efisiensi dan penambahan dana untuk prioritas nasional serta layanan pendidikan pascabencana di Sumatra.

Sorotan

  • Kemendikdasmen merealisasikan anggaran 2025 sebesar Rp62,17 triliun dari Rp64,34 triliun atau 96,64 persen, dengan opini WTP dari BPK RI.
  • Pagu anggaran Kemendikdasmen 2026 ditetapkan Rp56,68 triliun, disesuaikan menjadi Rp50,02 triliun, lalu mendapat tambahan Rp57,71 triliun untuk Program Prioritas Nasional dan pendidikan pascabencana.
  • Kemendikdasmen meraih predikat BB untuk Akuntabilitas Kinerja, A untuk Indeks Pelayanan Publik, dan Indeks Kepuasan Pemangku Kepentingan 88,70 kategori sangat baik.

Kinerja anggaran dan akuntabilitas 2025

Seperti disampaikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam siaran persnya, capaian itu dipaparkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta pada 15 Juli 2026 sebagai bagian dari laporan pertanggungjawaban program dan pengelolaan keuangan kementerian. Ia menyatakan keberhasilan berbagai program pendidikan nasional ditopang tata kelola yang akuntabel, transparan, dan berkualitas.

Sepanjang 2025, Kemendikdasmen mengelola anggaran Rp64,34 triliun dengan realisasi Rp62,17 triliun atau 96,64 persen. Jika pagu yang diblokir tidak diperhitungkan, realisasi anggaran kementerian mencapai 98,55 persen.

Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung bantuan Digitalisasi Pembelajaran, Revitalisasi Satuan Pendidikan, Program Indonesia Pintar, Pendidikan Profesi Guru, penguatan pendidikan vokasi, serta peningkatan mutu pembelajaran. Dari sisi pelaporan keuangan negara, Laporan Keuangan Kemendikdasmen Tahun 2025 telah diaudit BPK RI dan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian.

Kementerian itu juga mencatat predikat BB untuk Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, predikat A untuk Indeks Pelayanan Publik, serta Indeks Kepuasan Pemangku Kepentingan sebesar 88,70 dengan kategori sangat baik. Menurut Abdul Mu'ti, capaian tersebut menunjukkan kemampuan kementerian membangun kemitraan dan memenuhi ekspektasi para mitra strategis.

Implikasi bagi program 2026

Pada 2026, Kemendikdasmen memperoleh pagu anggaran Rp56,68 triliun yang kemudian menjadi Rp50,02 triliun setelah efisiensi anggaran. Pemerintah selanjutnya menyetujui tambahan anggaran Rp57,71 triliun untuk mendukung Program Kerja Prioritas Nasional dan penanganan layanan pendidikan pascabencana di wilayah Sumatra.

Tambahan ruang fiskal itu memberi dasar bagi kelanjutan agenda pendidikan nasional di tengah penyesuaian belanja kementerian. Abdul Mu'ti menegaskan Kemendikdasmen berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelaporan keuangan negara guna mempertahankan opini WTP pada tahun-tahun berikutnya.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian juga menyampaikan apresiasi atas capaian opini BPK terhadap laporan keuangan 2025. Komisi X mendorong kementerian mempertahankan predikat tersebut dengan tetap memperhatikan pengalaman sebelumnya.

Capaian Kementerian PANRB pada 2025 terkait penguatan tata kelola dan reformasi birokrasi sebelumnya kami soroti, termasuk perluasan layanan publik terintegrasi lewat Mal Pelayanan Publik dan MPP Digital. Dalam pembahasan itu, PANRB juga melaporkan realisasi anggaran yang tinggi serta perbaikan sejumlah indikator seperti akuntabilitas kinerja, SPBE, dan indeks pelayanan publik, yang turut memperkuat posisi Indonesia pada beberapa indeks global.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.