Yogyakarta dorong sektor ultra mikro lewat peluncuran becak listrik pariwisata

Yogyakarta dorong sektor ultra mikro lewat peluncuran becak listrik pariwisata
Becak listrik dorong UMK

Kunjungan kerja Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ke Yogyakarta pada Kamis, 16 Juli 2026, menyoroti upaya penguatan sektor ultra mikro melalui peluncuran program becak listrik pariwisata. Pertemuan dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X juga berlangsung di tengah perhatian pada usulan tambahan anggaran Rp2,86 triliun untuk pembangunan tahap ketiga IKN.

Sorotan

  • Program Bekalista resmi diluncurkan di Yogyakarta untuk memodernisasi becak pariwisata dengan tenaga listrik guna memperkuat sektor ultra mikro dan menjaga budaya lokal.
  • Purbaya dan Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan simbolis ekosistem Becak Kayuh Listrik Pariwisata kepada penerima manfaat di Provinsi DIY pada acara Pasar Rakyat UMi 2026.
  • Purbaya menanggapi usulan tambahan anggaran Rp2,86 triliun untuk tahap ketiga pembangunan IKN, menyatakan surat belum diterima dan keputusan akan mengikuti arahan Presiden.

Agenda peluncuran Bekalista di Yogyakarta

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Purbaya lebih dulu mengunjungi Kompleks Kepatihan Yogyakarta untuk bertemu Sri Sultan Hamengku Buwono X sebelum keduanya menuju Alun-alun Kidul guna membuka Pasar Rakyat UMi 2026 dan meresmikan program becak listrik pariwisata.

Setelah agenda di Kepatihan, Purbaya secara resmi membuka rangkaian kegiatan Pasar Rakyat UMi Tahun 2026 di Sasana Hinggil Dwi Abad, Keraton Yogyakarta. Pada kesempatan yang sama, ia bersama Sri Sultan menyerahkan secara simbolis Ekosistem Becak Kayuh Listrik Pariwisata, atau Bekalista, kepada para penerima manfaat di Provinsi DIY.

Dalam sambutannya, Purbaya menyatakan kegiatan itu menjadi momentum penting untuk mendorong digitalisasi dan modernisasi sambil tetap menjaga kelestarian budaya lokal melalui penguatan sektor ultra mikro, khususnya transportasi. Ia menekankan program tersebut bukan sekadar mengganti becak lama dengan unit baru, melainkan mempertahankan ikon lama dengan energi baru.

Dampak kebijakan dan sorotan anggaran IKN

Program Bekalista menambah fokus pemerintah daerah dan pusat pada model pemberdayaan berbasis komunitas yang menghubungkan pariwisata, transportasi, dan pelaku usaha ultra mikro di DIY. Pendekatan itu juga memperlihatkan upaya modernisasi layanan wisata tanpa menghilangkan identitas budaya lokal yang selama ini melekat pada becak kayuh.

Di sela kunjungan itu, Purbaya juga menanggapi usulan tambahan anggaran Rp2,86 triliun yang diajukan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, untuk pembangunan tahap ketiga IKN. Ia menyatakan surat usulan tersebut belum sampai ke mejanya, sehingga belum ada keputusan, dan menegaskan bahwa pembahasan nanti akan mengikuti arahan Presiden terkait anggaran IKN.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang usulan tambahan anggaran Rp2,86 triliun untuk Otorita IKN, kami menjelaskan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan belum menerima surat resmi permohonan tersebut sehingga evaluasi fiskal belum dapat dimulai. Kami juga menyoroti bahwa keputusan pencairan atau penyesuaian pagu anggaran masih menunggu proses administratif di Kementerian Keuangan serta arahan Presiden.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.