Prabowo tegaskan akuntabilitas ketahanan pangan Indonesia di tengah klaim swasembada

Prabowo tegaskan akuntabilitas ketahanan pangan Indonesia di tengah klaim swasembada
Prabowo jamin pangan RI

Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya memikul tanggung jawab penuh bila kebutuhan pangan masyarakat Indonesia tidak terpenuhi. Pernyataan itu ia sampaikan saat meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), sambil menekankan bahwa pangan menyangkut kelangsungan hidup bangsa.

Sorotan

  • Prabowo menegaskan sebagai presiden, ia bertanggung jawab penuh atas akuntabilitas ketahanan pangan dan mengakui potensi hujatan jika bangsa mengalami kelaparan.
  • Prabowo menyatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan bagi 287 juta jiwa, meski target empat tahun dicapai hanya dalam satu tahun oleh tim Kementan.
  • Pemerintah tetap memfokuskan agenda ketahanan pangan dalam kebijakan nasional, dengan dukungan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan pengalaman militer Prabowo.

Pernyataan tanggung jawab dan target swasembada

Seperti dilaporkan Kompas.com, Prabowo menyebut jabatan presiden membuat dirinya menjadi pihak yang harus menerima pertanggungjawaban bila bangsa mengalami kelaparan. Ia mengatakan tidak akan ada pihak lain yang dihujat karena mandat tersebut berada pada dirinya sebagai kepala negara.

Dalam sambutannya, Prabowo juga menyatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan meski harus menjamin kebutuhan 287 juta jiwa. Menurut dia, pencapaian itu bukan pekerjaan ringan, namun telah berhasil diwujudkan.

Ia menambahkan bahwa target swasembada pangan semula diberikan untuk jangka waktu empat tahun kepada Kementerian Pertanian dan timnya. Namun, menurut Prabowo, target itu dapat dicapai hanya dalam satu tahun.

Implikasi bagi kebijakan pangan nasional

Prabowo juga menyinggung peran Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilainya memiliki pemikiran kuat terkait upaya mencapai target tersebut. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa agenda ketahanan pangan tetap menjadi fokus utama pemerintah dalam kebijakan sektor pertanian dan distribusi pangan.

Ia mengatakan pemahamannya mengenai pentingnya ketahanan pangan juga dibentuk oleh pengalamannya sebagai mantan prajurit dan komandan militer. Dalam pandangannya, logistik pangan merupakan unsur utama dalam menjaga kekuatan pasukan, sehingga pangan tidak bisa diperlakukan semata sebagai komoditas ekonomi, melainkan sebagai persoalan keberlangsungan hidup bangsa.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang panen raya jagung serentak di Kabupaten Tuban, kami membahas dukungan pemerintah dan Polri untuk memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi jagung nasional. Liputan itu juga menyoroti peluncuran operasional 166 SPPG, penyaluran KUR kepada kelompok tani, serta peletakan batu pertama gudang ketahanan pangan untuk memperkuat rantai pasok dan distribusi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.