Pemerintah targetkan penataan ulang program MBG selesai dalam sebulan
Pemerintah menargetkan penataan ulang program Makan Bergizi Gratis selesai dalam satu bulan di tengah evaluasi penyaluran dan kebutuhan anggaran pada 2026. Langkah ini mencakup peninjauan sasaran penerima, operasional dapur MBG, serta percepatan perluasan manfaat ke wilayah 3T dan kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Sorotan
- Pemerintah menargetkan penataan ulang program MBG selesai dalam satu bulan sejak rapat 11 Juni 2026, dengan seluruh komponen program dievaluasi.
- Insentif dapur MBG sebesar Rp 6 juta per hari masuk cakupan evaluasi, termasuk pengurangan distribusi ke sekolah yang tidak prioritas.
- Setelah penghitungan ulang, anggaran MBG 2026 yang sudah ditetapkan sebesar Rp 268 triliun kemungkinan akan dikurangi sesuai hasil evaluasi kebutuhan dana.
Fokus evaluasi program dan jadwal penataan
Seperti diberitakan Kompas.com, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penataan ulang program MBG ditargetkan rampung dalam satu bulan seusai rapat Peningkatan Kualitas Layanan MBG dan SPPG Terpencil di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis 11 Juni 2026. Ia menyatakan seluruh komponen program akan ditinjau kembali karena pelaksanaan di lapangan masih memiliki dinamika.Menurut Prasetyo, aspek yang dikaji ulang tidak hanya terkait pengadaan motor listrik yang sempat menyedot perhatian publik, tetapi juga unsur lain dalam pelaksanaan program. Ia juga menegaskan insentif untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, atau dapur MBG, sebesar Rp 6 juta per hari ikut masuk dalam cakupan evaluasi.
Pemerintah juga melakukan refocusing penerima MBG dengan mengurangi distribusi ke sekolah yang berdasarkan data dan prioritas tidak masuk kategori utama penyaluran. Dalam penataan itu, pemerintah akan menyesuaikan kembali sekolah yang dinilai layak atau prioritas menerima manfaat sesuai standar operasional program.
Dampak anggaran dan prioritas penerima
Prasetyo mengatakan kelompok penerima yang diutamakan mencakup masyarakat di daerah terpencil, termasuk kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Pemerintah juga berupaya meningkatkan cakupan penerima dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam dua pekan ke depan.Di sisi fiskal, pemerintah menyebut akan ada pengurangan anggaran MBG setelah penghitungan ulang dilakukan oleh Kementerian Keuangan bersama Badan Gizi Nasional. Menurut Prasetyo, proses penataan ulang akan memungkinkan pemerintah menghitung lebih cermat total kebutuhan dana program, sementara anggaran MBG untuk 2026 saat ini telah ditetapkan sebesar Rp 268 triliun.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang penataan ulang SPPG/dapur MBG, kami mengulas evaluasi pemerintah terhadap lonjakan jumlah titik layanan yang dinilai memicu inefisiensi anggaran dan mendorong rencana penataan selama sekitar satu bulan, termasuk kemungkinan penutupan sebagian titik. Kami juga menyoroti bahwa pembenahan ini diarahkan untuk menjaga mutu layanan sekaligus memprioritaskan penyaluran MBG ke wilayah 3T serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Berita Public Safety Terbaru
- Forex
- Crypto