Pemerintah dorong deregulasi dan hilirisasi untuk pulihkan kepercayaan pasar di Indonesia

Pemerintah dorong deregulasi dan hilirisasi untuk pulihkan kepercayaan pasar di Indonesia
Pulihkan kepercayaan pasar

Pemerintah sedang menyiapkan langkah koordinasi kebijakan untuk memulihkan kepercayaan publik dan pelaku ekonomi setelah demonstrasi mahasiswa berlangsung di Jakarta pada pekan lalu. Fokus kebijakan itu mencakup penguatan persepsi pasar, stabilitas ekonomi, serta dorongan terhadap investasi, ekspor, dan pengurangan ketergantungan impor.

Sorotan

  • Pemerintah memperkuat koordinasi dan menyiapkan kebijakan deregulasi dalam 1-2 minggu terakhir untuk mendukung penguatan mata uang dan kepercayaan pasar.
  • Tingginya minat global bond Danantara disebut sebagai indikator kepercayaan investor tetap terjaga meski ada tekanan persepsi publik pasca aksi mahasiswa 12 Juni 2026.
  • Presiden Prabowo menegaskan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi untuk mengurangi impor dan meningkatkan nilai tambah demi stabilitas ekonomi dan keyakinan investor.

Langkah kebijakan untuk memulihkan sentimen

Seperti dilaporkan Kompas.com, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan dalam 1-2 minggu terakhir pemerintah terus memperkuat koordinasi dan kerja sama sambil menyiapkan kebijakan yang diharapkan dapat memperkuat mata uang, persepsi publik, dan persepsi pasar. Ia menyampaikan hal itu di Istana, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026.

Prasetyo menyebut tingginya minat terhadap global bond Danantara menjadi indikator bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia masih terjaga. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah untuk melanjutkan upaya pemulihan kepercayaan di tengah tekanan persepsi publik setelah aksi mahasiswa.

Ia juga menegaskan Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan pentingnya deregulasi, terutama penyederhanaan perizinan, agar iklim investasi berkembang dan ekosistem ekonomi nasional menjadi lebih kompetitif. Presiden juga memberi penekanan kepada Rosan, CEO Danantara dan anggota Satgas Hilirisasi dan Industrialisasi, bahwa penguatan mata uang berkaitan erat dengan kinerja ekspor dan impor.

Dampak bagi iklim usaha dan stabilitas ekonomi

Prasetyo mengatakan pemerintah mengupayakan industrialisasi dan hilirisasi untuk mengurangi ketergantungan pada barang impor. Ia berharap produk hasil hilirisasi dan industrialisasi memberi nilai tambah yang mendorong peningkatan kekayaan bangsa dan negara.

Ia menambahkan bahwa stabilitas tetap menjadi unsur penting dalam iklim usaha, sehingga pemerintah mengajak masyarakat, pelaku pasar, dan pelaku ekonomi untuk bekerja sama memulihkan serta memperkuat perekonomian. Penekanan pada stabilitas ini muncul ketika pemerintah berupaya menjaga keyakinan dunia usaha dan investor.

Sebelumnya, BEM Universitas Indonesia dan sejumlah mahasiswa lain menggelar demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Juni 2026. Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan, termasuk penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta desakan agar pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang aksi mahasiswa di Bundaran HI pada 12 Juni 2026, kami membahas bagaimana protes tersebut mencerminkan tekanan biaya hidup yang meningkat, sulitnya mencari kerja, dan kekhawatiran atas pemborosan anggaran negara. Kami juga menyoroti pelebaran jarak antara narasi pertumbuhan ekonomi dan pengalaman rumah tangga, yang ikut menggerus kepercayaan publik serta berpotensi memengaruhi stabilitas sosial dan iklim usaha.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.