FIF siapkan dana pelunasan obligasi Rp 545,92 miliar untuk jatuh tempo Juli 2026
PT Federal International Finance, anak usaha Astra International di sektor pembiayaan, menyiapkan dana untuk melunasi dua obligasi yang jatuh tempo pada Juli 2026. Kesiapan dana itu mencakup pokok dan kupon bunga, dengan total kewajiban sekitar Rp 545,92 miliar sesuai jadwal pembayaran.
Sorotan
- Federal International Finance telah menyediakan dana pelunasan untuk Obligasi Berkelanjutan VI Seri B senilai Rp 433,85 miliar yang jatuh tempo 11 Juli 2026.
- FIF juga menyiapkan dana Rp 112,07 miliar untuk Obligasi Berkelanjutan VII Seri A yang akan jatuh tempo pada 18 Juli 2026, termasuk pokok dan kupon bunga.
- Kesiapan dana total Rp 545,92 miliar memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia dan menegaskan likuiditas FIF serta kepercayaan pasar atas profil pembayaran.
Rincian kewajiban obligasi Juli 2026
KONTAN Indonesia melaporkan, keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 18 Juni 2026, memuat pernyataan Direktur Federal International Finance Sri Harjati bahwa perseroan telah menyediakan dana pelunasan pokok dan kupon bunga untuk dua instrumen utang yang akan jatuh tempo pada Juli 2026.
Instrumen pertama adalah Obligasi Berkelanjutan VI Federal International Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2023 Seri B senilai Rp 433,85 miliar yang jatuh tempo pada 11 Juli 2026. Perseroan menyatakan ketersediaan dana tersebut memastikan kewajiban pembayaran atas obligasi itu dapat dipenuhi sesuai jadwal.
FIF juga menyiapkan dana untuk Obligasi Berkelanjutan VII Federal International Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2025 Seri A senilai Rp 112,07 miliar yang jatuh tempo pada 18 Juli 2026. Dana yang disediakan untuk instrumen ini juga mencakup pembayaran pokok dan kupon bunga kepada pemegang obligasi.
Kepatuhan emiten dan implikasi bagi pasar
Penyampaian kesiapan dana tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia yang mewajibkan emiten menyampaikan informasi mengenai kesiapan pelunasan efek bersifat utang paling lambat 15 hari bursa sebelum tanggal jatuh tempo.Bagi pasar pembiayaan dan investor obligasi korporasi di Indonesia, langkah ini menunjukkan kesiapan likuiditas FIF dalam memenuhi kewajiban utangnya pada pertengahan 2026. Dengan total dana sekitar Rp 545,92 miliar yang telah disiapkan, perseroan menjaga kepastian pembayaran kepada pemegang obligasi sekaligus mendukung kepercayaan pasar terhadap profil pembayaran emiten pembiayaan.
Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia pada Mei 2026 menjadi sorotan dalam ulasan kami sebelumnya, dengan penguatan yang terutama ditopang kredit investasi. Kami juga mencatat penilaian Bank Indonesia bahwa likuiditas perbankan masih sangat memadai—tercermin dari undisbursed loan yang besar—sehingga ruang ekspansi kredit sepanjang 2026 tetap terbuka dan pertumbuhan dua digit dinilai dapat dipertahankan.
Berita Debt Terbaru
- Forex
- Crypto