Perdebatan soal posisi politik PDI-P dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menguat setelah dugaan kehadiran Andi Widjajanto di tengah aksi mahasiswa di Bundaran HI, Jakarta, pada 12 Juni 2026. Sorotan itu mendorong PKB meminta PDI-P segera memperjelas apakah tetap berada di luar pemerintahan atau mengambil peran politik lain yang lebih tegas.
Sorotan
- Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid mendesak PDI-P memperjelas sikap politik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto untuk menjaga soliditas koalisi.
- PKB menilai sikap politik PDI-P yang belum tegas dan posisi partai penyeimbang belum memberi gambaran jelas terkait dukungan pada agenda pemerintah.
- Kehadiran politikus PDI-P Andi Widjajanto di demonstrasi mahasiswa 12 Juni 2026 memicu keraguan partai lain atas komitmen oposisi maupun dukungan PDI-P.
Tekanan politik atas posisi PDI-P
Seperti diberitakan Kompas.com, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, PKB, DPR RI Jazilul Fawaid meminta PDI-P memperjelas sikap politiknya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan jika memilih berada di luar pemerintahan, PDI-P sebaiknya mengambil posisi oposisi secara tegas dan tidak menunjukkan sikap yang dinilainya masih abu-abu.Jazilul mengatakan partai-partai pendukung pemerintah sedang berupaya menjalankan program-program Presiden Prabowo yang sudah ditata. Menurut dia, kejelasan posisi dari setiap elemen politik dibutuhkan agar pelaksanaan agenda pemerintah berjalan sesuai target serta ditopang persatuan dan soliditas.
Ia juga menilai hingga kini posisi politik PDI-P belum terlihat tegas. Jazilul mempertanyakan konsep partai penyeimbang yang selama ini disampaikan PDI-P karena dinilai belum memberi gambaran jelas mengenai sikap partai tersebut terhadap pemerintah.
Dampak bagi konsolidasi koalisi pemerintah
Dugaan keberadaan politikus PDI-P Andi Widjajanto di tengah demonstrasi mahasiswa pada 12 Juni 2026 menjadi pemicu baru dalam perdebatan itu. Kehadiran tersebut memantik keraguan dari partai lain mengenai apakah PDI-P mendukung pemerintah atau tetap berada di luar kabinet sambil menjaga jarak politik.Meski mendorong penegasan sikap, Jazilul menegaskan PKB tidak ingin mencampuri urusan internal PDI-P, termasuk penjelasan bahwa kehadiran Andi tidak mewakili sikap resmi partai. Namun, ia menilai sikap politik yang jelas akan lebih mudah dipahami publik dan dapat membantu konsolidasi dukungan terhadap program-program pemerintahan Prabowo.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang posisi PDI-P sebagai partai penyeimbang di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, PDI-P menegaskan bahwa sikap tersebut bukan oposisi penuh dan bukan pula posisi abu-abu. PDI-P menyatakan akan mendukung kebijakan yang dinilai berpihak pada rakyat serta memberi masukan konstruktif bila ada program pemerintah yang perlu disempurnakan hingga 2029.
Berita Retirement Policies Terbaru
- Forex
- Crypto