Kejagung lanjutkan pendalaman korupsi MBG dengan keterangan Sony Sonjaya
Penyidik Kejaksaan Agung tetap memakai keterangan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, untuk mengusut dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis. Keputusan itu berlaku meski permohonan justice collaborator Sony ditolak karena penyidik menilai ia merupakan pelaku utama dalam penentuan titik SPPG.
Sorotan
- Kejagung terus mendalami kasus korupsi MBG dengan menggunakan keterangan dari Sony Sonjaya untuk menelusuri pihak lain yang diduga terlibat.
- Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai justice collaborator pada pemeriksaan 18 Juni 2026 dan menyampaikan sejumlah nama terkait perkara korupsi MBG.
- Dalam pengajuan tersebut, Sony juga mengungkap temuan proyek pengadaan CCTV dengan nilai lebih dari Rp 300 miliar sebagai bagian dari perkara MBG.
Dampak penyidikan bagi perkara MBG
Meski permohonan perlindungan khusus itu ditolak, jalur penyidikan tetap terbuka untuk menelusuri pihak lain yang diduga terlibat. Informasi dari Sony dinilai masih relevan untuk mendalami dugaan penyimpangan dalam tata kelola MBG, termasuk proses penentuan titik layanan gizi.Sebelumnya, Sony mengajukan diri sebagai justice collaborator melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti. Pengajuan itu disebut sebagai bentuk kerja sama dengan penyidik, bukan untuk menghindari proses hukum.
Saat diperiksa pada Kamis (18/6/2026), Sony juga menuliskan pengajuan justice collaborator dengan tulisan tangan yang kemudian dimasukkan ke dalam berita acara pemeriksaan. Menurut kuasa hukumnya, dalam pengajuan tersebut Sony menyampaikan sejumlah nama yang diklaim terkait dengan perkara korupsi MBG dan menyinggung temuan proyek pengadaan CCTV dengan nilai yang disebut lebih dari Rp 300 miliar.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penyidikan dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, kami mengulas pemeriksaan ulang saksi dari lingkaran staf ahli DPR saat KPK menelusuri aliran dana dan aset terkait perkara. Penyidik mendalami dugaan penerimaan uang miliaran rupiah serta penyitaan aset berupa Hyundai Palisade yang diduga berasal dari aliran manfaat ekonomi kasus tersebut.
Berita Retirement Policies Terbaru
- Forex
- Crypto