PLN didorong percepat transformasi dan realisasi 100 GW panel surya

PLN didorong percepat transformasi dan realisasi 100 GW panel surya
PLN pacu 100 GW surya

Pemerintah mendorong percepatan perubahan operasional dan bisnis PT PLN (Persero) di tengah upaya meningkatkan efisiensi sektor ketenagalistrikan nasional. Presiden Prabowo Subianto juga meminta realisasi penggunaan 100 gigawatt panel surya dipercepat sebagai bagian dari agenda transformasi tersebut.

Sorotan

  • Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan transformasi PLN dan akselerasi penggunaan 100 GW panel surya setelah rapat terbatas di Istana Merdeka.
  • Pemerintah menginstruksikan penataan model bisnis PLN untuk menekan subsidi serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan secara menyeluruh.
  • Target penggunaan 100 GW panel surya berpotensi mengubah arah investasi, kebutuhan infrastruktur, serta strategi operasional PLN pada jangka menengah.

Arah transformasi PLN dan target energi surya

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, arahan itu disampaikan setelah rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, yang diikuti Presiden Prabowo Subianto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, serta Bahlil dan Suroso. Rosan mengatakan pembahasan rapat berfokus pada percepatan transformasi PLN agar perusahaan menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih tanggap, sekaligus mengakselerasi penggunaan 100 GW panel surya.

Rosan menjelaskan Presiden meminta jajaran terkait segera menyusun konsep transformasi PLN, terutama dari sisi model bisnis, untuk kemudian dipaparkan kepada Presiden dan ditindaklanjuti. Pemerintah selanjutnya berkoordinasi dengan tim PLN untuk mengkaji model bisnis perusahaan agar perubahan itu berjalan secara menyeluruh.

Dampak pada efisiensi dan subsidi listrik

Menurut Rosan, penataan model bisnis PLN diharapkan membantu menekan subsidi sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. Fokus tersebut menempatkan transformasi PLN bukan hanya sebagai pembenahan internal, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan pembiayaan sektor listrik.

Percepatan penggunaan panel surya dalam skala 100 GW juga menunjukkan dorongan pemerintah untuk memperbesar porsi energi berbasis surya dalam sistem ketenagalistrikan. Jika ditindaklanjuti, langkah itu berpotensi memengaruhi arah investasi, kebutuhan infrastruktur, dan strategi operasional PLN dalam jangka menengah.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan reformasi kebijakan kelistrikan, kami mengulas proyeksi lonjakan kebutuhan listrik Indonesia seiring industrialisasi dan target pertumbuhan ekonomi. Artikel itu menekankan bahwa percepatan PLTS dapat menekan biaya listrik, menghemat subsidi, dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, meski masih ada hambatan biaya, interkoneksi, perizinan, serta ketentuan TKDN yang dinilai dapat mengerek biaya.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.