Indonesia soroti beban korupsi dan penurunan indeks integritas
Korupsi di Indonesia tetap menjadi tekanan struktural bagi tata kelola publik meski penindakan oleh Kejaksaan dan KPK terus berlangsung. Data 2025 menunjukkan persepsi korupsi memburuk dan integritas nasional masih berada dalam kategori rentan, menandakan tantangan yang berlanjut bagi iklim kelembagaan dan kepercayaan publik.
Sorotan
- Skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada 2025 turun menjadi 34 dari 100, menempatkan Indonesia di peringkat 109 dari 182 negara.
- Indeks integritas nasional menurut Survei Penilaian Integritas 2025 hanya naik tipis menjadi 72,32 dari 71,53 pada 2024, menandakan kerentanan korupsi tetap tinggi.
- Kombinasi penurunan skor antikorupsi dan ketertinggalan regional memperbesar tekanan terhadap tata kelola, meningkatkan risiko bagi pelaku usaha dan stabilitas kebijakan.
Gambaran indeks dan penindakan 2025
Seperti dilaporkan Kompas Indeks News Indonesia, praktik korupsi di Indonesia dinilai telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, dengan operasi tangkap tangan oleh Kejaksaan dan KPK yang hampir terdengar setiap minggu di berbagai institusi dan pihak swasta.Selain penindakan, Kejaksaan dan KPK juga kerap mengumumkan penyerahan hasil tindak pidana korupsi dalam jumlah besar kepada Kementerian Keuangan. Namun, upaya pencegahan dan penegakan hukum itu belum menurunkan tingkat korupsi secara berarti, sebagaimana tercermin dalam Indeks Persepsi Korupsi dan Survei Penilaian Integritas.
Transparansi Internasional Indonesia menyebut skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada 2025 berada di 34 dari 100, menempatkan negara ini di peringkat 109 dari 182 negara. Angka itu turun 4 poin dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan persepsi terhadap korupsi memburuk dalam periode tersebut.
Kesenjangan regional dan risiko tata kelola
Dibandingkan negara lain di Asia Tenggara, posisi Indonesia masih tertinggal. Malaysia pada 2025 mencatat skor 52 dan berada di peringkat 54, sementara Singapura meraih 84 poin dan menempati peringkat ketiga dunia.KPK juga melaporkan indeks integritas nasional dalam Survei Penilaian Integritas 2025 sebesar 72,32. Menurut KPK, skor itu menunjukkan Indonesia pada 2025 masih berada dalam kondisi rentan korupsi, meski ada kenaikan tipis dari 71,53 pada 2024.
Kombinasi penurunan persepsi antikorupsi dan perbaikan integritas yang terbatas menunjukkan tekanan yang masih besar terhadap tata kelola, efektivitas pengawasan, dan kredibilitas institusi. Bagi pelaku usaha dan pembuat kebijakan, kondisi ini memperlihatkan bahwa penguatan kepatuhan dan reformasi kelembagaan tetap menjadi agenda utama.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang 12 perkara korupsi strategis yang dipaparkan Kejaksaan Agung, kami menyoroti bagaimana penindakan diarahkan pada kasus-kasus yang berdampak luas pada keuangan negara, perekonomian, dan kepentingan publik. Paparan tersebut menekankan bahwa fokus pemberantasan korupsi tidak hanya pada besarnya kerugian fiskal, tetapi juga pada efek lanjutan di sektor-sektor strategis seperti energi, komoditas, jasa keuangan, telekomunikasi, dan perdagangan.
Berita Retirement Policies Terbaru
- Forex
- Crypto