Perusahaan pergadaian nilai gadai elektronik premium tetap stabil di tengah kenaikan harga Apple
Kenaikan harga produk Apple belum mengubah pola gadai barang elektronik premium di pasar pergadaian Indonesia. Pelaku usaha menyebut permintaan tetap relatif stabil karena nasabah lebih terdorong oleh kebutuhan likuiditas cepat daripada fluktuasi harga perangkat tertentu.
Sorotan
- Transaksi gadai barang elektronik premium di PT Budi Gadai Indonesia dan PT Gadai ValueMax Indonesia tetap stabil meski harga produk Apple naik.
- Kebutuhan likuiditas konsumen menjadi pendorong utama volume transaksi gadai elektronik, bukan fluktuasi harga barang elektronik premium.
- Emas tetap menjadi pilihan agunan utama masyarakat karena nilai agunannya lebih stabil dan risikonya lebih rendah dibandingkan elektronik.
Likuiditas jadi pendorong utama transaksi
Seperti dilaporkan KONTAN, PT Budi Gadai Indonesia dan PT Gadai ValueMax Indonesia menyatakan belum melihat peningkatan signifikan pada gadai barang elektronik premium hingga saat ini.Direktur Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring, mengatakan keputusan masyarakat untuk menggadaikan barang elektronik lebih didorong oleh kebutuhan likuiditas atau dana cepat. Menurut dia, kenaikan harga produk Apple memang dapat memengaruhi nilai pasar barang, tetapi dampaknya terhadap volume transaksi gadai tetap relatif tidak signifikan.
Ia menambahkan, transaksi gadai elektronik di Budi Gadai Indonesia cenderung stabil dan lebih dipengaruhi kebutuhan pembiayaan, bukan fluktuasi harga dari produk tertentu. Pandangan serupa disampaikan Direktur Utama PT Gadai ValueMax Indonesia, Brian Wiraatmadja, yang menyebut permintaan gadai barang elektronik premium masih relatif stabil meski ada sebagian masyarakat yang memanfaatkan smartphone premium sebagai agunan.
Emas tetap unggul dalam pilihan agunan
Di tengah stabilnya permintaan gadai elektronik premium, ValueMax menilai emas masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk agunan. Brian menegaskan nilai agunan emas lebih stabil, sementara risiko penyusutannya juga relatif lebih rendah dibandingkan barang elektronik.Sementara itu, portofolio agunan di Budi Gadai Indonesia masih didominasi kelompok elektronik, kendaraan, dan lainnya, atau EKL. Kondisi ini menunjukkan bahwa meski harga perangkat premium ikut terdorong kenaikan kurs, pergerakan bisnis gadai tetap lebih ditentukan oleh kebutuhan pembiayaan konsumen dan karakter risiko masing-masing jenis agunan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang dominasi emas sebagai agunan di PT Gadai ValueMax Indonesia, kami mencatat bahwa porsi emas—baik perhiasan maupun logam mulia—mencapai sekitar 93% dari total agunan, meski harga emas sempat melemah. Kami juga menyoroti alasan dominasi tersebut bertahan, yakni likuiditas tinggi, kemudahan penilaian, serta penerapan penaksiran harga pasar terkini dan prinsip kehati-hatian, sembari membuka peluang pengembangan produk gadai lain sesuai kebutuhan nasabah.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto